TRIBUNWOW.COM - Ukraina mengklaim serangkaian keberhasilan serangan balasan pasukannya terhadap pasukan Rusia di wilayah selatan Kherson yang diduduki.
Dilansir TribunWow.com, Ukraina memulai serangan balasan pekan lalu, menargetkan selatan, khususnya wilayah Kherson, yang direbut Rusia pada awal konflik.
Oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serangan tersebut dikatakan telah berhasil merebut kembali dua wilayah pemukiman di selatan dan wilayah tambahan di timur.
Baca juga: Serangan Balasan Berhasil, Zelensky Umumkan Sukses Rebut 3 Wilayah Ukraina dari Tangan Rusia
Kabar gembira tersebut disampaikan Zelensky melalui video rutin di malam hari.
Ia mengaku mendapat kabar gembira dari pasukan yang berada di selatan dan timur Ukraina.
Hal ini dibenarkan oleh institusi pengamat Institute for the Study of War yang berbasis di Washington DC, Amerika.
"Serangan balasan Ukraina membuat kemajuan yang dapat diverifikasi di selatan dan timur," kata Institute for the Study of War dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/9/2022).
"Laju serangan balasan kemungkinan akan berubah secara dramatis dari hari ke hari ketika pasukan Ukraina bekerja untuk membuat Rusia kekurangan pasokan yang diperlukan, mengganggu komando dan kontrol mereka, dan melemahkan moral mereka bahkan ketika serangan darat serangan balasan berlanjut."
Saluran Telegram Ukraina melaporkan ledakan di jembatan Antonivsky dekat kota Kherson, yang diduduki oleh pasukan Rusia.
Rudal Ukraina telah merusak jembatan itu selama beberapa minggu terakhir, tetapi pasukan Rusia berusaha memperbaikinya atau mendirikan penyeberangan ponton atau tongkang untuk menjaga pasokan ke unit mereka.
Pemerintah wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa jembatan itu telah rusak parah oleh tembakan Ukraina dan ditutup untuk lalu lintas.
Sementara itu, kantor berita milik negara Rusia TASS mengutip Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan, mengatakan rencana untuk referendum agar Kherson bergabung dengan Rusia telah dihentikan karena situasi keamanan.
Pejabat Rusia sebelumnya menyarankan referendum untuk bergabung dengan Rusia akan diadakan pada bulan September di Kherson.
Selain itu juga di wilayah tetangga Zaporizhzhia dan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk yang memproklamirkan diri, bertepatan dengan pemilihan lokal di Rusia.
Baca juga: Incar Jembatan, Ini Cara Ukraina Rebut Kembali Wilayah Kherson yang Dikuasai Pasukan Militer Rusia
Adapun tujuan akhir dari serangan balik adalah untuk merebut kembali kota strategis Kherson, dengan populasi sekitar 300.000, dari Rusia.