Meningat potensi bencana nuklir yang bisa terjadi, dunia menyaksikan perkembangan misi ini dengan cemas.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memperbaharui seruan ke Rusia untuk sepenuhnya mendemilitarisasi area di sekitar pabrik.
"Mereka sedang bermain game. Mereka berjudi dengan keamanan nuklir," kata Borrell.
"Kami tidak bisa memainkan permainan perang di lingkungan situs seperti ini."
Sementara para inspektur sedang dalam perjalanan, otoritas lokal yang didukung Rusia menuduh pasukan Ukraina berulang kali menembaki lahan pabrik dan kota tempat pabrik itu berada, Energodar.
Mereka mengatakan serangan pesawat tak berawak menghantam gedung administrasi dan pusat pelatihan pabrik.
Namun, Yevhen Yevtushenko, kepala administrasi di kota Nikopol yang dikuasai Ukraina, di seberang Sungai Dnieper dari pabrik, menuduh bahwa serangan itu dilakukan oleh Rusia dalam upaya untuk membuat Ukraina terlihat seperti pelakunya.
Baca juga: Alami Tekanan Batin, Staf Reaktor Nuklir Ukraina Ungkap Rasanya Kerja di Tengah Pasukan Rusia
Serangan ke PLTN Ukraina Disebut Aksi Bunuh Diri
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah meminta agar inspektur internasional diberikan akses ke pembangkit nuklir Zaporizhzhia.
Dilansir TribunWow.com, hal ini dinyatakan setelah Ukraina dan Rusia saling tuding atas penembakan pabrik atom terbesar di Eropa pada akhir pekan.
Dilaporkan The Guardian, Senin (8/8/2022), Guterres menekankan bahwa serangan ke PLTN tersebut akan menimbulkan bahaya bagi masing-masing negara.
Baca juga: Erdogan Kembali Temui Putin di Rusia Bahas Militer hingga Ekonomi, Jadi Sinyal Bahaya untuk Ukraina?
Selain itu, jika PLTN tersebut rusak atau meledak hingga menimbulkan efek radiasi, maka seluruh Eropa akan terkena dampaknya.
“Setiap serangan ke pembangkit nuklir adalah aksi bunuh diri,” kata Guterres pada konferensi pers di Jepang pada hari Senin (8/8/2022).
Pertemuan ini diadakan dua hari setelah upacara peringatan perdamaian Hiroshima untuk memperingati ulang tahun ke-77 bom atom pertama di dunia.
Guterres mengatakan Badan Energi Atom Internasional membutuhkan akses ke pabrik.