TRIBUNWOW.COM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengomentari isu perjudian di balik kasus Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, Sugeng Teguh Santoso juga membeberkan omzet judi online dan bayaran bagi oknum polisi yang menjadi bekingannya.
Selain itu, melihat dari cirinya, Teguh Santoso juga menilai diagram viral Konsorsium 303 Kaisar bukanlah kabar burung semata.
Baca juga: Pakar Duga Ada 2 Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Singgung soal Isu Konsorsium 303
Sebagai informasi, bagan Konsorsium 303 Kaisar Sambo memperlihatkan kesinambungan antara Ferdy Sambo dengan berbagai pihak.
Selain mengarah pada sejumlah internal Polri, bagan tersebut juga menghubungkan sang mantan Kadiv Propam dengan sejumlah pengusaha yang diduga merupakan mafia judi online.
Terkait hal ini, Sugeng menekankan bahayanya judi online yang jauh lebih gawat dibanding judi konvensional.
Mencatut informasi dari PPATK, Sugeng menyebut omzet judi online ini bisa mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
"Dari PPATK kemarin mengatakan omzetnya ratusan triliun satu tahun," terang Sugeng dikutip program AIMAN di kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (30/8/2022).
Bagi aparat yang memberikan perlindungan hukum, Sugeng memperkirakan ada bagian 30 persen dari total omzet.
"Kalau perlindungan enggak mungkin komisi cuma 10 persen, menurut saya minimal 30 persen."
Baca juga: Bawa Bagan Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo, Arteria Dahlan Ngotot Minta Mahfud MD Terbuka
Ditanya sumber hitungan tersebut, Sugeng membandingkan dengan biaya jasanya sebagai advokat.
Untuk menangani suatu kasus, biasanya advokat akan mematok jasa dari 30-40 persen.
"Saya kan advokat, advokat itu kalau menangani suatu case yang kemudian bentuknya tidak ada jasa hukumnya, kita kemudian success fee-nya bisa sampai 40 persen," terang Sugeng.
"Karena kita melindungi kepentingan hukumnya dengan biaya dan effort dari kita sepenuhnya."
Setelah isu terkait keterlibatan Satgas khusus di tubuh Polri dengan mafia judi online itu mencuat, muncullah bagan Konsorsium 303 Kaisar Sambo.
Sugeng menyatakan keyakinannya bahwa diagram tersebut bukan hoaks atau kabar bohong.
Ia menduga diagram tersebut dibuat oleh internal Polri karena mengenali adanya beberapa ciri khas laporan penyelidikan polisi.
"Nah, tidak berapa lama muncullah skema (Konsorsium 303 Kaisar Sambo)," ucap Sugeng.
"Itu tidak hoaks menurut saya. Skema itu mirip skema yang digunakan polisi untuk paparan kasus. Saya yakin ini internal."
"Yang kedua, konten yang dibuat itu dilakukan oleh aparat yang punya kewenangan penyelidikan. Karena kan ada alur, nomor-nomor telepon, ada orang yang disebut, lengkap dengan fotonya."
Baca juga: DPR Cecar Kapolri soal Diagram Konsorsium 303 Ferdy Sambo hingga Isu Bunker Berisi Rp 900 Miliar
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-03.05:
Kata Kapolri soal Isu Konsorsium 303 dan Uang Rp 900 M
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terkait isu seputar kasus Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menanggapi sejumlah kabar viral yang disinggung anggota Komisi III DPR RI saat rapat bersama.
Di antaranya adalah diagram Konsorsium 303 Kaisar Sambo dan isu penemuan uang Rp 900 miliar di bunker rumah Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Baca juga: Kini Ditahan, Kuat Maruf ART Ferdy Sambo Sempat Mau Kabur setelah Jadi Tersangka Kasus Brigadir J
Sebelumnya, dua anggota DPR, Desmond Junaidi Mahesa dan Habiburokhman menyinggung dua isu tersebut.
Dalam rapat bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022), Desmond menyoroti adanya diagram yang memperlihatkan keterlibatan Irjen Ferdy Sambo dengan kasus judi.
Dikatakan dalam diagram tersebut, bahwa Irjen Ferdy Sambo tersebut merupakan backingan bagi para bandar judi besar.
"Terkait apakah betul Kaisar Sambo dan gengnya terkait masalah Konsorsium, demikian juga yang lain, kami sedang melakukan pendalaman," jawab Listyo Sigit dikutip program Breaking News di kanal YouTube KOMPASTV.
"Namun di sisi lain, saya tegaskan bahwa terkait dengan masalah judi, sebenarnya pengungkapannya satu tahun ini, kita telah mengungkap kurang lebih 641 judi online, dan 1.400 perkara judi konvensional. Jadi kurang lebih ada 3.296 tersangka."
Menyadari bahwa masalah ini menjadi perhatian nasional, Kapolri mengaku telah memerintahkan jajarannya di daerah untuk bergerak membasmi perjudian tersebut.
Ia juga berkomitmen akan memberantas perjudian selama masa kepemimpinannya dan tegas mencopot aparat yang terlibat.
Baca juga: Bawa Bagan Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo, Arteria Dahlan Ngotot Minta Mahfud MD Terbuka
Sementara itu, terkait isu adanya temuan uang Rp 900 miliar di bunker Ferdy Sambo, Listyo Sigit mengeluarkan bantahan.
"Terkait dengan isu temuan uang Rp 900 miliar, ini tentunya menjadi salah satu yang harus kami luruskan," terang Listyo Sigit.
"Beberapa hari yang lalu sebetulnya Kadiv Humas sudah menjelaskan bahwa isu tersebut tidak benar."
Kapolri kemudian membeberkan barang-barang yang disita dari empat rumah Ferdy Sambo.
Di antaranya tidak ada sitaan berupa uang tunai, namun hanya buku laporan transaksi keuangan.
"Pada saat kami melaksanakan penggeledahan di tiga rumah, yaitu di Duren Tiga, Saguling, Bangka, termasuk di Magelang, yang kita dapati saat itu handphone, kemudian pisau, kotak senjata, kemudian beberapa buku laporan m-banking," beber Listyo Sigit.
Rupanya, setelah melakukan penelusuran, isu sitaan Rp 900 miliar itu hanya meniru dari kasus viral yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
"Terkait uang Rp 900 miliar itu kami nyatakan tidak ada. Setelah kami dalami peristiwa yang kemudian viral tersebut adalah kasus uang dolar palsu yang terjadi di Atlanta, Amerika Serikat," tandasnya.(TribunWow.com/Via)