Setelahnya, Ferdy Sambo masuk ke dalam rumah dan terlihat mengenakan sarung tangan hitam.
Sementara, Ajudan Romer terlihat menunggu di luar.
Baca juga: Beri Perhatian pada Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Wapres Maruf Amin Ingatkan Pesan Jokowi
17.10.50 WIB
Ferdy Sambo memanggil Bharada E untuk turun. Kuat Maruf juga turun dari lantai dua.
Ia kemudian meminta Kuat Maruf memanggil Brigadir RR dan Brigadir J masuk ke dalam rumah.
17.12 WIB
Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J, Brigadir RR, dan Kuat Maruf berkumpul di dekat meja makan.
Ferdy Sambo kemudian marah pada Brigadir J, menuding sang ajudan telah bersikap kurang ajar.
"Kamu tega sekali sama saya, kamu kurang ajar sekali sama saya," kata Ferdy Sambo.
Ia kemudian berteriak pada Bharada E, memerintahkan agar segera menembak Brigadir J.
"Woy kamu tembak! Kau tembak cepat! Cepat woy kau tembak!" ujarnya.
Bharada E kemudian menembak Brigadir J sebanyak tiga atau empat kali.
Tembakan pertama yang dilepaskan mengenai dada sebelah kanan Brigadir J.
Lalu tembakan selanjutnya mengenai pipi dan sikut kiri korban.
Brigadir J pun jatuh telungkup di samping tangga depan gudang.