"Ternyata mereka tahu juga. Artinya apa yang saya dapat dari intelijen saya A1, makanya semua perkataan saya terbukti."
Baca juga: Ungkap Upaya Melawan Timsus Membuka Kasus Brigadir J, IPW: Ada Pergerakan 20 Orang, Ini Polisi
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Kamaruddin Bantah Karang Motif Pembunuhan
Sampai saat ini masih belum dibuka oleh pihak kepolisian apa motif sebenarnya mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana, terhadap ajudannya sendiri yakni Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J.
Meskipun motif masih misteri, pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan kliennya dibunuh karena diduga telah membocorkan rahasia Irjen Ferdy Sambo kepada istri sang jenderal yakni Putri Candrawathi.
Dikutip TribunWow dari YouTube Kompastv, informasi ini disampaikan oleh Kamaruddin Simanjuntak dalam acara Aiman Kompastv, Selasa (16/8/2022).
Baca juga: Eks Pengacara Bharada E Sebut Brigadir J Berlutut di Hadapan Irjen Sambo sebelum Ditembak: Ketakutan
"Motifnya adalah dendam," kata Kamaruddin.
Kamaruddin juga menyertakan motif lain bahwa para ajudan Irjen Ferdy Sambo lainnya diduga iri dan dengki terhadap Brigadir J yang menjadi orang kesayangan dan kepercayaan sang jenderal.
Kamaruddin menjelaskan, Irjen Ferdy Sambo dan istrinya diduga sempat bertengkar sebelum pembunuhan terjadi.
Pertengkaran ini disebutkan oleh Kamaruddin terjadi karena Brigadir J membongkar rahasia Irjen Ferdy Sambo kepada PC.
"Tetapi karena Ferdy Sambo diduga ketahuan menyimpan yang cantik-cantik, dan ibu (PC) mencari tahu mungkin melalui Yosua, sopir, dan ketahuan lah yang cantik-cantik itu," kata Kamaruddin.
Kamaruddin kemudian menyebut ada kemungkinan Putri mengancam akan melaporkan Irjen Sambo kepada pihak berwenangn terkait sosok wanita ketiga.
Hal ini disebut oleh Kamaruddin membuat Irjen Ferdy Sambo takut sehingga melakukan pembunuhan kepada Brigadir J.
"Ini Anda dapat informasi dari mana, jangan-jangan Anda mengarang-ngarang juga," tanya Aiman kepada Kamaruddin.
Kamaruddin lalu mengklaim telah melakukan penyelidikan sendiri, termasuk memeriksa 11 saksi dari Jambi.
"Jadi saya itu melakukan investigasi," kata dia.
"Banyak juga yang mensuplai informasi, dan informasi ini tentu saya verifikasi dan saya lihat mengandung kebenaran," pungkasnya.
(TribunWow.com/Anung/Via)