TRIBUNWOW.COM - Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akhirnya buka suara.
Dilansir TribunWow.com, mereka berharap Bharada E bersedia membeberkan kronologi sebenarnya di balik kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Mewakili keluarga besar, paman Bharada E, Roy Pudihang, menuturkan kekagetannya.
Baca juga: Isi Surat Bharada E untuk Keluarga Brigadir J yang Ditulis Dini Hari: Buat Keluarga Bang Yos
Ia mengaku tak menyangka keponakannya akan terlibat kasus pembunuhan apalagi menjadi tersangka.
Pasalnya, Bharada E selama ini dikenal sebagai anak yang baik dan menjadi kebanggaan keluarga.
Pemuda asal Sumatera Utara itu juga besar di keluarga agamis yang taat dalam pelayanan gereja.
Karenanya, keterlibatan Bharada E sebagai tersangka merupakan pukulan hebat bagi seluruh keluarga besar.
"Terus terang kami keluarga besar mengalami tekanan batin. Kami tertekan, malu, pokoknya banyak sekali tekanan," ungkap Roy Pudihang dilansir kanal YouTube metrotvnews, Senin (8/8/2022).
"Jadi siang malam kami berdoa memohon pada Tuhan supaya Ichad (Bharada E-red) diberi perlindungan, supaya ini selesai."
Baca juga: Fakta-fakta Baru yang Diungkap Bharada E, dari Keterlibatan Ferdy Sambo hingga Eksekusi Brigadir J
Sebagai saksi kunci, Bharada E diharapkan bisa mendapatkan perlindungan yang ketat.
Roy Pudihang lantas memohon pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menko Polhukam Mahfud MD, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar masalah yang menjerat keponakannya bisa segera dituntaskan.
"Kami memohon kepada bapak Presiden Jokowi, bapak Kapolri, Bapak Menko Polhukam, supaya masalah ini selesai," kata Roy Pudihang.
"Kami memohon juga supaya anak kami ini tolong dilindungi."
Kemudian, sang paman mengucapkan pesan yang ditujukan langsung pada Bharada E.
Ia meminta agar ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut mengungkap segala fakta yang sebenarnya terjadi dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.
Keluarga pun berjanji akan memberi dukungan agar Bharada E bisa tegar menghadapi kasus pelik ini.
"Tolong berkata yang jujur, kalau ada yang mengganjal di hati tolong dibuka. Tapi kami saat ini memohon keadilan juga," pesan Roy Pudihang.
"Jadi itu yang kami mohon supaya nak Ichad, tetap tegar dan kuat."
"Kami seluruh keluarga, seluruh orang Manado, orang di Sulawesi Utara juga mendukung, yang penting dia dapat berkata jujur."
Baca juga: Keluarga Brigadir J Tanggapi Surat dari Bharada E, Terungkap Kondisi Memilukan sang Ibu
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 03.10:
Bharada E Nangis Menyesal saat Mengaku Bunuh Brigadir J
Meskipun sempat ditutup-tutupi, kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kini semakin menemui titik terang.
Richard Eliezer alias Bharada E mulai membongkar banyak kebohongan seputar kasus yang menewaskan Brigadir J, mulai dari adanya perintah hingga keterlibatan orang lain.
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, Bharada E bahkan sempat menangis dan menyesal ketika membuat pengakuan ke kuasa hukum barunya yakni Deolipa Yumara.
Baca juga: Puji Cantiknya Foto PC, Pengacara Brigadir J Ragu yang Tampil Kemarin Benar-benar Istri Irjen Sambo
“Dia sudah mengakui dan dia sudah merasa bersalah itu, betul, dia nyesel itu, nangis dia itu," ungkap Deo di acara Sapa Indonesia Malam Aiman Wicaksano, Senin (8/8/2022).
“Dia merasa bersalah, menyesal, dia sampai berdoa lama sama Tuhannya."
Namun saat ini kondisi mental Bharada E justru sudah jauh lebih baik dibanding sebelumny saat ia memberikan keterangan dan kronologi palsu.
“Dia senang-senang saja, diamankan, dia baik-baik saja, dijaga kesehatannya, dia senang-senang saja, ya nyamannya, apalagi dia sudah punya Tuhan sungguh-sungguh,” ujar Deo.
Bharada E juga akhirnya mengaku ada lebih dari satu orang yang menyaksikan momen pembunuhan Brigadir J.
Dikutip TribunWow dari YouTube Kompastv, informasi ini disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E yakni Muhammad Burhanuddin.
"Dia cerita blak-blakan apa yang terjadi," ungkap Burhan.
Burhan menegaskan saat ini keterangan Bharada E telah ada di tim penyidik pihak kepolisian.
Burhan juga menyatakan ternyata tidak terjadi baku tembak sebagaimana yang diceritakan oleh Bharada E pada awal ramainya kasus penembakan Brigadir J.
"Tidak terjadi tembak-menembak," ujar Burhan.
Burhan menjelaskan, saat kejadian penembakan, Bharada E melihat insiden tersebut bersama beberapa orang lainnya.
"Melihat dan ada beberapa saksi," kata Burhan.
"Sudah dikemukakan, sudah dibongkar, fakta-fakta hukumnya sudah di-BAP."
Burhan kemudian memberikan kode bahwa keinginan Bharada E menjadi justice collaborator berarti menandakan adanya pelaku lain yang terlibat.
Burhan juga tak menampik fakta bahwa kliennya memang ikut serta menembak Brigadir J.
Baca juga: Mata Sembab hingga Wajah Lesu, Ini Penampakan Pertama Istri Irjen Sambo di Depan Publik
Dilansir TribunWow.com, dalam penahanan Polri, Bharada E yang kini berstatus tersangka justru merasa aman.
Kepada kuasa hukum barunya, Deolipa Yuwara, mantan ajudan Irjen Ferdy Sambo itu menyebutkan seluruh oknum yang terlibat.
Setelah berbincang dengan Bharada E selama 8 jam, Deolipa mengatakan bahwa versi cerita yang baru berbeda dengan narasi pelecehan dan baku tembak sebelumnya.
Pengakuan inilah yang kemudian menyebabkan pengacara pertama Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, mengundurkan diri.
"Saat sekarang kondisinya sudah sehat, baik, dan nyaman, sehingga dia bisa menceritakan semuanya secara gamblang apa adanya," beber Deolipa dikutip kanal YouTube metrotvnews, Senin (8/8/2022).
"Yang terdahulu tentunya berbeda dengan sekarang ceritanya, makanya kenapa ada pengacara mengundurkan diri."
Karena pengakuan itulah, kini pihak Bharada E sedang mengajukan diri untuk menjadi justice collaborator, yakni saksi yang mengungkap tindak pidana.
Baca juga: Bharada E Sudah Mengaku, Kuasa Hukum Kantongi Nama Atasan yang Beri Perintah Membunuh Brigadir J
Di sisi lain, meski mengakui bahwa Bharada E sempat menceritakan tentang Ferdy Sambo, Deolipa enggan memberi keterangan lebih lanjut.
"Bukan dalam kapasitas saya menjawab itu karena itu wilayah penyidikan," kilah Deolipa.
"Tentunya ada (cerita soal Ferdy Sambo-red), kan itu satu paket cerita itu, dan dia ajudannya. Jadi ada cerita itu."
Ia kemudian menerangkan pendekatan pada Bharada E dilakukan secara persuasif.
Pihaknya berusaha melonggarkan beban mental pemuda asal Sumatera tersebut dan mengajaknya berdoa.
Setelah merasa tenang, Bharada E akhirnya membeberkan fakta detik-detik kematian Brigadir J pada Jumat (8/7/2022).
"Setelah kita berdoa, disitulah dia merasa nyaman dengan dirinya, kemudian dia bisa mengungkapkan pengalaman-pengalaman yang terjadi pada tanggal 8 atau tanggal 7, atau pada masa kejadian," beber Deolipa. (TribunWow.com/Via/Anung)