Polisi Tembak Polisi

Para Ajudan Ferdy Sambo Tertawa-tawa sebelum Baku Tembak Brigadir J, Komnas HAM Pastikan Hal Ini

Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam membeberkan hasil pertemuan dengan pihak keluarga mendiang Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Minggu (18/7/2022). Terbaru, Choirul Anam memberikan penjelasan hasil pemeriksaan terhadap para ajudan Irjen Ferdy Sambo, Selasa (26/7/2022).

TRIBUNWOW.COM - Kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo kini memasuki babak baru.

Komnas HAM ikut turun tangan melakukan pemeriksaan terkait kasus baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E tersebut.

Terbaru, Komnas HAM memeriksa 6 dari 7 ajudan Irjen Ferdy Sambo untuk menguak kejadian sebenarnya saat baku tembak terjadi.

Baca juga: Sayatan di Kaki Brigadir J Ternyata Bekas Suntikan Formalin? Ketua Komnas HAM: Itu SOP

Dari daftar para ajudan itu, Bharada E yang diduag terlibat dalam baku tembak juga turut hadir dan diperiksa.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap para ajudan Irjen Ferdy Sambo, Komnas HAM memberikan keterangan soal kondisi para ajudan sebelum baku tembak terjadi pada Jumat (8/7/2022) sore.

"Sebelum Jumat (hari kematian Brigadir J) kami tarik ke belakang, kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kayak apa, itu salah satu yang penting misalnya begini, kondisinya bercanda-canda tertawa atau tegang, itu kami tanya," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

Anam menjelaskan, para ajudan yang diperiksa menyatakan kalau mereka masih tertawa-tawa.

Rentang waktunya bahkan kata Anam sangat dekat dengan insiden penembakan tersebut.

"Beberapa orang yang ikut dalam forum (perkumpulan) itu ngomongnya memang tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," ucap Anam.

Kendati demikian, Anam tidak menjelaskan secara detail topik apa yang sedang dibahas para ajudan sehingga membuat mereka tertawa.

Anam hanya memastikan kalau kondisi saat itu sangat rukun dan santai, tidak timbul ketegangan apapun.

"Soal tertawa kita tanya, ini kondisinya (ada) tekanan atau nggak dan sebagainya, (dijawab) bagaimana tekanan, orang tertawa-tawa kok. Itu banyak yang ngomong demikian," ucapnya.

Adapun dalam pemeriksaan ini, Komnas HAM menerapkan mekanisme secara terpisah.

Di mana para ajudan ini diperiksa secara sendiri-sendiri untuk mendapatkan keterangan yang sejujur-jujurnya dari masing-masing ajudan.

"Ini penting untuk melihat sesuatu yang kami dapatkan sendiri oleh Komnas HAM, untuk melihat constrain waktu dan melihat konteks yang terjadi dalam constrain waktu itu, termasuk tadi yang saya bilang di awal soal tertawa, tertawa," tukas Anam.

Baca juga: 5 Jam Interogasi Bharada E, Komnas HAM Beri Pertanyaan Khusus Dugaan Kasus Pembunuhan Brigadir J

Halaman
123