Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM akan Panggil Bharada E dan Seluruh Ajudan Ferdy Sambo Buntut Kasus Brigadir J

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Minggu (18/7/2022). Terbaru, Choirul Anam mengumumkan pihak Komnas HAM akan periksa seluruh ajudan Irjen Ferdy Sambo, Senin (25/7/2022).

TRIBUNWOW.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mendalami kasus tewasnya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dilansir TribunWow.com, dijadwalkan pada esok hari, Selasa (26/7/2022), Komnas HAM akan memeriksa saksi-saksi yang terlibat.

Saksi tersebut antara lain para ajudan Kadivpropam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo yang kini berjumlah tujuh orang.

Baca juga: Jelang Autopsi Brigadir J, Mobil Mencurigakan Lintasi Area Pemakaman, Ini Kata Saksi yang Berjaga

Di antaranya termasuk Bharada E yang diduga terlibat baku tembak dengan Brigadir J.

"Besok agendanya dari pagi sampai selesai adalah memanggil untuk meminta keterangan ADC (aide-de-camp) dari Irjen Sambo," ungkap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dikutip Kompas.com, Senin (25/7/2022) malam.

Ditanya tentang Bharada E, Komnas HAM menegaskan akan ikut memeriksa saksi tersebut esok hari.

Ia pun berharap pada ajudan yang telah dipanggil akan memenuhi undangan.

"Semuanya," ujar Choirul Anam.

"Dan kami berharap semuanya bisa datang ke Komnas HAM memenuhi permintaan," imbuhnya.

Direktur RS Bhayangkara Jambi, AKBP El Yandiko saat berada di makam Brigadir Yosua Hutabarat, di Sungai Bahar, Jambi, Jumat (22/7/2022). (Kolase TRIBUNJAMBI.COM/DANANG dan youtube kompastv)

Baca juga: Rela Tunggu 8 Tahun, Rencana Pernikahan Kekasih Brigadir J Pupus karena Tragedi, Kini Alami Trauma

Dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube metrotvnews, Senin (25/7/2022), Choirul Anam mengumumkan update kasus tiap harinya.

"Tunggu setelah Magrib setiap harinya pasti ada penguman," janji Choirul Anam.

"Seminggu ini selepas Magrib pasti ada pengumuman Komnas HAM mau ngapain dan siapa yang akan dimintai keterangan."

Ia menekankan bahwa semua pihak yang diduga terlibat atau memiliki kaitan dengan kasus Brigadir J, akan dimintai keterangan.

"Semua yang terkait peristiwa ini akan kami panggil," tegas Choirul Anam.

Bahkan, ia mengiyakan bahwa PC selaku istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Sambo yang mengaku dilecehkan Brigadir J, juga akan dipanggil.

"Semua, kecuali kamu enggak menganggap itu," tandasnya.

Baca juga: 20 Menit sebelum Penembakan, Brigadir J Sempat Tanyakan Ini ke Kekasihnya Lewat Ponsel

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-23.00:

Komnas HAM Akui Sudah Dapat Kronologi Detail

Penyelidikan independen yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terhadap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, telah membuahkan hasil.

Dilansir TribunWow.com, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengaku sudah mendapatkan kronologi detail insiden tersebut.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja tim kepolisian yang telah menemukan hasil CCTV di TKP rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta.

Baca juga: Reaksi Ayah Brigadir J Tahu Polisi Temukan CCTV Rumah Ferdy Sambo yang Disebut Hilang: Ini Teka-teki

Melalui tayangan wawancara di kanal YouTube metrotvnews, Jumat (22/7/2022), Beka Ulung buka suara soal perkembangan investigasi di pihaknya.

Hingga saat ini, Komnas HAM sudah mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait kasus ini.

Antara lain dari keluarga Brigadir J di Muaro Jambi, Jambi serta saksi kasus Bharada E yang terlibat baku tembak, dan PC, istri Kadiv Propam yang mengaku mendapat pelecehan dari mendiang ajudannya.

Dari penyelidikan tersebut, Komnas HAM akhirnya bisa menyusun kontruksi cerita yang dilengkapi bukti-bukti.

"Kami sudah dapat gambaran atau paling tidak kronologi peristiwa yang lebih detail, tadinya hari per hari, sekarang kami bisa menyusun jam per jam," ujar Beka Ulung.

Foto kiri: Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Foto kanan: Sejumlah CCTV yang terpasang di sekitar rumah Kadiv Propam Polri non-aktif Irjen Pol Ferdy Sambo (Kolase ISTIMEWA/Facebook Roslin Emika dan Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Baca juga: Komnas Perempuan Ungkit Banyak Rumor Negatif Serang Istri Irjen Sambo: Saat Ini Ibu P Hanya Menangis

Namun ia tak menampik bahwa bukti CCTV yang ditemukan tim kepolisian dan rencana autopsi yang akan dilakukan akan membantu mengungkap fakta kasus tersebut.

Beka Ulung kemudian menyoroti bukti rekaman CCTV dirumah Ferdy Sambo yang sempat dinyatakan tak tersedia pada awal kasus.

"Tapi tentu saja misalnya soal CCTV, kemudian rencana autopsi ulang, itu sangat membantu penyelidikan independen yang sedang dilakukan Komnas," ujar Beka Ulung.

"Jadi terima kasih juga kepada teman-teman kepolisian yang berhasil menemukan CCTV yang dalam awal peristiwa ini dinyatakan mati atau tidak bisa diakses," kata Beka Ulung.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengaku telah mendapatkan bukti kunci untuk membongkar kasus kematian Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Bukti tersebut merupakan hasil rekaman CCTV yang diduga terpasang di sekitar TKP.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, hasil rekaman tersebut akan dapat memberi titik terang atas kasus polisi tembak polisi yang jadi sorotan publik itu.

"Kita sudah menemukan CCTV yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini," kata Dedi Prasetyo dilansir kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (20/7/2022).

Setelah rekonstruksi kasus selesai dilakukan oleh penyidik, maka hasil olah rekaman tersebut baru akan disampaikan ke publik.

"CCTV ini sedang didalami oleh timsus yang nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyelidikan timsus sudah selesai, jadi biar tidak sepotong-sepotong," imbuhnya. (TribunWow.com/Via)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selasa, Komnas HAM Akan Periksa Seluruh Ajudan Ferdy Sambo soal Penembakan Brigadir J"

Berita lain terkait