Polisi Tembak Polisi

Beda Versi soal Tersangka Pembunuh Brigadir J, Kuasa Hukum dan Polri Beri Jawaban Berlawanan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat ditemui di Mapolda Jambi, Jumat (23/7/2022). Kamaruddin diminta oleh Polri untuk tidak berspekulasi soal luka di jenazah Brigadir J.

Namun sebelum ekshumasi dilaksanakan, Ormas PBB mengalami kejanggalan saat berjaga di hari Kamis.

Menurut Royanto, ia dan rekan-rekannya memergoki ada sebuah mobil yang melintas pada sekitar pukul 23.00 WIB.

"Tidak tau siapa pemilik mobil ini, jadi kita tidak bisa konfirmasi, malam sekitar 11 lewat," kata Royanto dilansir TribunJambi.com, Jumat (22/7/2022).

Sebagai informasi, lokasi makam tersebut berada di wilayah perkebunan yang tidak digunakan untuk berlalu-lalang.

Kendaraan yang lewat biasanya memang bertujuan untuk melakukan ziarah di makam tersebut.

Namun, mobil jenis Toyota Agya berwarna kuning itu hanya melintas sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak Ormas.

Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di lokasi pemakaman mendiang, di Muaro Jambi, Jambi. (TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG)

Baca juga: Cek DNA, Baju Terakhir Brigadir J Disita Polisi, Berikut Kata Aparat soal Ponsel yang Diklaim Hilang

Royanto menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukanlah milik penduduk wilayah sekitar.

"Kita tidak tau, kalau dari Pemuda Batak Bersatu atau pihak kepolisian tentunya kami kenal, karena dari Kapolsek Sungai Bahar sudah kenal semua, dan pasti berkoordinasi, ini tidak ada," tegas Royanto.

Sebelumnya, Royanto dan rekan-rekan seorganisasinya secara sukarela melakukan pengawasan di makam Brigadir J.

Kenal dekat dengan mendiang, pendeta tersebut ingin berperan aktif agar kasus dugaan pembunuhan rekannya terungkap.

"Kita akan jaga sampai proses autopsinya berlangsung," tegas Royanto dilansir kanal YouTube Tribun Jambi, Jumat (22/7/2022).

"Yang jelas kami mengharapkan bahwa di sinilah nanti akan terbukti, menjadi bukti paling utama penyebab kematian Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua," pungkasnya.

Selama 24 jam, Ormas PBB bersama keluarga dan kepolisian dari Polsek Sungai Bahar piket bergantian menjaga makam.

"Pengawasan ini kita lakukan setiap hari, baik siang maupun juga malam hari," kata Royanto.

"Persiapan kita dari lampu penerangan untuk malam hari, supaya nanti ketika kita melakukan penjagaan bisa semua terlihat dengan baik."

Baca juga: Terungkap 7 Keanehan Kasus Brigadir J, Kondisi Jenazah hingga Keberadaan Irjen Ferdy Sambo

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 01.50:

(TribunWow.com/Anung/Via)

Berita lain terkait