TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pertanyaan masih menggantung seputar kasus kematian Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Seperti dilansir TribunWow.com, kendaraan untuk mengangkut jasad Brigadir J dari lokasi kejadian baku tembak di rumah (eks) Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo turut menjadi sorotan.
Pasalnya, ketua RT setempat, Irjen Pol (Purnawirawan) Seno Sukarto, menyebut tidak ada mobil ambulans yang masuk ke kompleks Polri di Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan.
Baca juga: 4 Hal yang Belum Terungkap di Kasus Tewasnya Brigadir J, Misteri CCTV hingga Kejanggalan Glock 17
Ia mengaku tidak mendapat laporan terkait hal itu ataupun permintaan olah TKP dari penyidik.
Spekulasi pun muncul yang menyebutkan bahwa jenazah Brigadir J dievakuasi dengan mobil pribadi.
Namun, misteri kendaraan pengangkut jenazah Brigadir J tersebut akhirnya terjawab oleh pengakuan seorang pedagang keliling berinisial Y.
Seperti dilaporkan Tribunnews.com, ia memberikan keterangan ketika dijumpai di sekitar Komplek Polri pada Senin (18/7/2022).
Diketahui, insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir J terjadi pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.
Setelah kejadian tersebut, Y yang sedang menjajakan makanan menyaksikan keramaian di sekitar rumah Ferdy Sambo.
Ia pun mengaku melihat satu unit mobil ambulans terparkir di garasi depan dan dikawal oleh sejumlah anggota Provos Polri.
"Tahu (kondisi ramai di rumah Ferdy Sambo usai insiden baku tembak-red), di sini banyak polisi. Iya, ada ambulans pernah lihat di dalam," ungkap Y.
"Ambulansnya cuma satu tapi dikawal provos."
Baca juga: Terungkap 7 Keanehan Kasus Brigadir J, Kondisi Jenazah hingga Keberadaan Irjen Ferdy Sambo
Menurut Y, ia mengetahui keramaian di rumah lantai dua itu pada sekitar pukul 19.30 WIB.
Pada saat itu, ia tidak mengetahui penyebab terjadinya keramaian dan hanya menyimak dari jauh.
Kemudian, mobil ambulans yang diduga mengangkut jasad Brigadir J itu meninggalkan lokasi dengan pengawalan aparat.