TRIBUNWOW.COM - Kasus baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo menyisakan tanda tanya.
Dilansir TribunWow.com, insiden yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu ramai menjadi sorotan.
Kasus ini bahkan mendapat perhatian lebih hingga dibentuk tim khusus yang dipimpin jenderal bintang tiga.
Baca juga: Dituding Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J Ternyata Berencana Menikahi Pacar Tahun Depan
Menanggapi hal tersebut, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat bicara.
Dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (15/7/2022), ia menyebut kasus ini berbeda dari kasus pada umumnya.
Pasalnya, dalam kasus ini, korban dan pelaku berasal dari institusi yang sama.
"Kita bisa lihat dalam penegakan hukum disiplin internal Kepolisian biasanya dilakukan oleh aktor seperti polisi dengan rakyat, polisi dengan swasta, atau polisi dengan institusi lain," kata Natalius Pigai.
"Sehingga yang dilakukan oleh polisi ini mendapat perhatian yang paling serius karena melibatkan internal."
Menurut Natalius Pigai, fakta ini menjadi perhatian oleh Kapolri karena berkaitan dengan nama baik institusi Polri.
“Karena kasus yang melibatkan internal polisi ini Kapolri memandang mungkin memandang bahwa institusinya yang harus diselamatkan,” kata Natalius Pigai.
Ia pun memberi tanggapan mengenai perlunya tim khusus yang telah dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya tim penyelidik khusus ini perlu untuk menangani kasus yuang telah menarik perhatian masyarakat hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Meski kasus ini juga terjadi antar lapisan bawah Kepolisian, alasannya adalah banyak perhatian yang kini tertuju pada insiden tersebut, termasuk presiden yang akhirnya memberikan pernyataan," pungkasnya.
Tim tersebut dibentuk oleh Listyo pada Selasa (12/7/2022), dengan misi untuk mengusut tuntas kasus ini.
Tim tersebut dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dibantu Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.