Konflik Rusia Vs Ukraina

Putus Kontak sejak Anaknya Perangi Pasukan Ukraina, Ibu di Rusia Dapat Kabar Buruk dari Medsos

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beredar video tentara Rusia mengeluh senjata yang mereka gunakan terlalu kuno dan sudah tidak layak. Ilustrasi tentara Rusia yang dikirim untuk berperang di Ukraina.

TRIBUNWOW.COM - Seorang ibu di Rusia berinisial V menceritakan bagaimana anaknya yang dilibatkan dalam operasi militer spesial di Ukraina tiba-tiba dikabarkan tewas seusai sempat putus kontak.

Meskipun takut mendapat hukuman dari pemerintah, V nekat menceritakan kisahnya bagaimana dirinya telah dibohongi oleh pasukan militer Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pada 20 Februari 2022, V masih sempat menerima telepon dari anaknya yang merupakan seorang tentara Rusia.

Baca juga: VIDEO Penampakan Rudal Nuklir Satan-2 Milik Rusia, Dapat Hancurkan Musuh dalam 1 Kali Tembakan

Kala itu anak V bercerita tengah menjalani latihan menembak dan hidup di tenda.

Setelah invasi dimulai, V kehilangan kontak dengan putranya tersebut.

"Pada awal bulan Maret, seorang sersan menelepon saya dari markas anak saya. Dia mungkin menelepon seluruh orangtua," ungkap V.

"Dia (sang sersan) menjelaskan anak-anak (para tentara Rusia) baik-baik saja," kata V.

V mengatakan, sepanjang bulan Maret, sersan tentara Rusia tersebut terus mengabari bahwa anak V dalam kondisi yang baik-baik saja.

Baca juga: Ungkit Masa Genting Konflik Rusia-Ukraina, Muncul Petisi Minta Zelensky Legalkan Nikah Sesama Jenis

Hingga pada suatu ketika, V dihubungi oleh orang tak dikenal lewat media sosial yang mengklaim merupakan rekan dari anak V.

Teman anak V itu menjelaskan bahwa putra V telah tewas dalam medan perang.

Mendapat kabar ini, V langsung mengontak sejumlah pejabat namun tidak ada yang mau memberikan penjelasan.

"Pada akhirnya sersan yang biasa berbicara dengan saya mengatakan kepada saya 'Anak Anda terakhir membuat kontak pada 23 Februari'," ungkit V menirukan perkataan sersan tentara Rusia tersebut.

Merasa dibohongi, V lantas mempertanyakan mengapa dirinya selalu diberikan kabar bahwa anaknya baik-baik saja.

V tak mendapat penjelasan apapun, sedangkan sang sersan hanya meminta maaf.

Ingin mencari tahu bagaimana dan kapan anaknya menghilang, V menghubungi kantor distrik militer Rusia hingga Kementerian Pertahanan Rusia.

Halaman
123