Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Dicap Lakukan Terorisme Serang Apartemen Ukraina, 33 Orang Tewas hingga Jasad Bocah Ditemukan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampakan apartemen di Chasiv Yar, Ukraina timur, Sabtu (9/7/2022) malam seusai diserang misil pasukan militer Rusia. Terbaru, per Senin (11/7/2022) jumlah korban tewas yang tadinya berjumlah 15 orang meningkat jadi 33 orang.

"Terdapat tiga serangan," ungkap wanita bernama Ludmila yang merupakan penghuni apartemen di Chasiv Yar.

Ludmila mengaku masih sadar saat serangan pertama terjadi, namun pada serangan kedua dan ketiga dirinya sudah dalam kondisi panik berlari ke basemen sehingga tak ingat apapun.

Menanggapi serangan yang terjadi di Chasiv Yar, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia secara sengaja mengincar warga sipil.

Menurut keterangan pemerintah Ukraina, serangan dilakukan oleh Rusia menggunakan roket Uragan.

Duta Besar Rusia di Inggris, Andrei Kelin membantah pasukan militer yang dikirim oleh Presiden Vladimir Putin agresif menyerbu warga sipil di Ukraina.

Kelin menyebut negara-negara barat tidak memahami alasan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari skynews, Kelin mengungkit narasi yang beredar bahwa Rusia telah bersikap agresif terhadap warga sipil Ukraina.

Baca juga: 50 Warga Tewas, Ukraina dan Rusia Dinilai PBB Sama-sama Bersalah dalam Kasus Serangan ke Panti Jompo

"Ini sepenuhnya tidak benar," tegas Kelin, Jumat (8/7/2022).

Kelin menjelaskan, operasi militer spesial harus dilakukan Moskow untuk mempertahankan masyarakat berbudaya Rusia dari persekusi yang dilakukan oleh Ukraina.

Kemudian Kelin juga menyampaikan kecil kemungkinan Rusia untuk mundur dari Ukraina.

"Kami akan membebaskan seluruh Donbas," ujar Kelin.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) dicurigai Rusia sengaja membuat konflik antara Rusia dan Ukraina berlarut-larut.

Hal ini dikarenakan AS berencana mengirim lagi empat senjata sistem roket artileri mobilitas tinggi alias HIMARS.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Ukraina sendiri saat ini sudah memiliki delapan unit HIMARS.

Kedutaan Besar Rusia untuk AS menjelaskan, senjata HIMARS yang dikirimkan oleh AS untuk Ukraina tidak dipakai untuk bertahan namun menyerang pemukiman penduduk sipil.

Halaman
1234