TRIBUNWOW.COM - Awalnya terdata ada 15 orang tewas dalam serangan misil Rusia yang menghancurkan sebuah apartemen di Chasiv Yar, Ukraina Timur, Sabtu (9/7/2022) malam.
Kini angka korban tewas akibat serangan Rusia itu naik drastis menjadi 33 orang per Senin (11/7/2022).
DilansirTribunWow.com dari theguardian, pemerintah Ukraina menganggap Rusia telah melakukan aksi teror dan sengaja mengincar apartemen yang dihuni oleh warga sipil.
Baca juga: Serangan Ukraina Ingatkan pada Bom Atom Hiroshima-Nagasaki, Pejabat Kherson Pro-Rusia: Kami Terkejut
Sampai saat ini tim SAR masih terus melakukan pencarian korban yang tertimbun oleh reruntuhan.
Korban terakhir yang ditemukan oleh tim SAR adalah jasad seorang bocah berusia sembilan tahun.
Kepala Staf Kantor Presiden Ukraina, Andriy Yermak menyebut Rusia telah melakukan serangan aksi terorisme.
Dikutip TribunWow.com, pada video yang ditampilkan oleh bbc.com, tampak sejumlah warga dan petugas berusaha menarik seorang pria yang badannya terhimpit reruntuhan apartemen.
Seorang petugas secara perlahan mencoba menarik korban yang terhimpit puing-puing.
Sementara itu terekam juga warga menyiapkan selimut untuk korban.
Seusai evakuasi berhasil dilakukan, korban langsung dibawa menggunakan tandu.
Tak bergerak saat ditandu, terlihat kaki korban berlumuran darah.
Dalam serangan tersebut, misil milik Rusia mengenai bangunan apartemen lima lantai yang masih dihuni oleh warga sipil.
Baca juga: Putin Sebut Rusia Belum Memulai Apa pun di Ukraina, Kremlin Beri Penjelasan, Tuding AS Lakukan Ini
Dalam video yang beredar, tampak proses evakuasi sudah berjalan.
Terekam petugas pemadam kebakaran membawa jasad manusia dibalut kain berwarna putih.
Seorang penghuni apartemen mengatakan, pada saat kejadian dirinya langsung berlari ke basemen.