Pemerintah Ukraina mengintruksikan penduduknya yang berada di wilayah konflik untuk mengungsi untuk menghindari pertempuran yang akan terjadi.
Dilansir TribunWow.com, penduduk distrik Kherson dan Zaporizhzhia yang diduduki Rusia untuk menyelamatkan diri sesegera mungkin dengan semua cara yang tersedia.
Seperti dilaporkan Ukrinform, Minggu (10/7/2022), hal ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina sekaligus Menteri Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Iryna Vereshchuk.
Baca juga: Penampakan Apartemen di Ukraina yang Kena Serangan Roket Rusia, 15 Tewas dan 30 Tertimpa Puing-puing
Menurut keterangannya, para penduduk perlu menyingkir dari wilayah perang agar tak terkena dampak dari pertempuran yang disinyalir akan segera pecah.
Sehingga, militer Ukraina bisa leluasa bertempur untuk dapat membebaskan wilayah-wilayah ini tanpa membahayakan penduduk sipil.
"Ini perlu dilakukan agar Angkatan Bersenjata Ukraina tidak membahayakan penduduk sipil selama operasi ofensif," kata Vereshchuk dalam telethon nasional.
Dia meminta warga untuk pergi ke segala arah, bahkan melalui Krimea yang diduduki Rusia.
Selain itu, Vereshchuk melaporkan bahwa 30 persen penduduk wilayah yang diduduki sementara oleh Rusia gagal melewati sistem penyaringan yang dibuat Rusia.
"Rusia membawa orang-orang yang mereka anggap berbahaya, kebanyakan pria, ke ruang bawah tanah," tambah Vereshchuk.
Baca juga: Rusia Tuding Kelompok Sabotase Ukraina Sedang Siapkan Rekayasa di Kherson, Ulangi Insiden Bucha?
Seperti diberitakan, Dewan Regional Kherson mendesak penduduk di wilayah itu untuk meninggalkan wilayah yang direbut musuh dan lokasi yang tidak difasilitasi persediaan tempat tinggal, makanan, dan air.
Sementara itu, saksi mata telah melaporkan adanya serangan terhadap unit militer Rusia di Kherson.
Rudal Ukraina diduga menargetkan unit militer di Jalan Pestelia.
Dalam foto-foto yang dipublikasikan oleh saksi mata, asap berasal dari daerah itu.
Serhii Khlan, wakil dewan regional dan penasihat kepala administrasi militer regional Kherson, mengatakan ini dalam sebuah posting Facebook.
"Di Kherson, serangan akurat terhadap unit militer penjajah di Jalan Pestelia. Itu telah terbakar sejak dipukul pada jam 5 pagi dan kemudian lagi ketika dipukul pada jam 10. Saksi mata melaporkan orang-orang Rusia menangis di bawah puing-puing," tulis Khlan.