Konflik Rusia Vs Ukraina

Militer Ukraina Disebut Jual Senjata Bantuan Barat Bekerja Sama dengan Kelompok Kriminal

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bantuan senjata anti tank javelin tipe FGM-148 yang dikirimkan AS untuk tentara Ukraina. Terbaru, militer Ukraina dituding jual senjata bantuan dari Barat di pasar gelap, Senin (11/7/2022).

Dikutip TribunWow.com dari kompas.com, darknet diketahui merupakan sisi gelap internet yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu.

Sebuah investigasi yang dilakukan oleh media asal Rusia RT, beberapa senjata kiriman negara barat untuk Ukraina ditemukan dijual bebas di darknet. (rt.com)

Baca juga: AS Ikut Konflik Ukraina-Rusia, Biden Panen Kritik Disindir Trump hingga Diminta Fokus Urus Utang

Konten yang ada di darknet diketahui berhubungan dengan tindak kriminal, mulai dari layanan transaksi narkoba, peretasan, pencucian uang, pornografi anak, hingga menyewa pembunuh bayaran.

Berdasarkan penelusuran tim investigatif rt.com, ditemukan senjata kiriman Inggris berupa misil anti-tank.

Senjata anti-tank ini dihargai 15 ribu dollar atau setara Rp 200 juta.

Sebagai informasi, harga misil anti-tank buatan Inggris tersebut dijual secara resmi dengan harga Rp 400 juta.

Selain senjata buatan Inggris, ditemukan juga drone hantu buatan AS yang dijual seharga puluhan juta rupiah.

Tim investigatif rt menjelaskan, pihaknya tidak menjalankan transaksi hingga memeroleh barang tersebut sehingga masih ada kemungkinan penjual di darknet tersebut hanyalah penipu.

Baca juga: Alasan Putin Terima Sejumlah Pimpinan Negara Pakai Meja Panjang, Berbeda saat Bertemu dengan Jokowi

Namun tim investigatif rt turut menemukan adanya tambahan jasa penyelundupan senjata dari Ukraina ke Polandia.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para penyelundup senjata telah memiliki koneksi dengan para penjaga perbatasan Polandia-Ukraina.

Pada bulan Juni 2022, Kepala Polisi Internasional, Jurgen Stock telah memperingatkan akan potensi senjata bantuan negara barat dijual secara bebas di pasar gelap.

"Kelompok kriminal mencoba memanfaatkan situasi kacau dan ketersediaan senjata, bahkan (senjata) yang digunakan oleh pasukan militer, termasuk senjata berat," kata Stock.

Stock mengatakan, jual beli senjata ini tidak hanya terbatas kepada negara tetangga, namun ada kemungkinan di jual antar benua. (TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina