Konflik Rusia Vs Ukraina

Ribuan Anak Hilang dari Ukraina setelah Diserang Rusia, Kasus Perdagangan Manusia Meningkat

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pengungsi wanita menggendong anaknya yang sedang tidur sambil duduk di tanah di stasiun kereta api pusat Lviv di Ukraina Barat pada Sabtu (26/2/2022). Terbaru, ribuan anak di Ukraina dilaporkan menghilang sejak Rusia menyerang.

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah anak-anak Ukraina dilaporkan telah menghilang sejak pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada 24 Februari.

Dilansir TribunWow.com , badan amal anak hilang terkemuka di Ukraina, Magnolia, telah menerima telepon tanpa henti dari keluarga yang khawatir.

Tahun lalu, 182 anak dilaporkan hilang di negara itu.

Marina Lypovetska, kepala proyek di Magnolia mengatakan dalam tiga bulan perang, jumlah itu mencapai 2.200.

Baca juga: Rusia Diduga Gunakan Gim Sejenis Pokemon GO untuk Tipu Anak-anak Ukraina agar Ungkap Lokasi Militer

Beberapa anak hilang setelah tak bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka karena kerusakan infrastruktur di tengah konflik, atau karena telepon kehabisan daya saat mereka bersembunyi dari bom.

Menurut laporan dari Missing Children Europe, sebuah organisasi berbasis di Brussels yang bekerja dengan Magnolia, dalam skenario terburuk, anak-anak terbunuh dalam serangan atau baku tembak atau dipindahkan secara paksa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada awal Juni bahwa sekitar 200 ribu anak termasuk di antara lebih dari satu juta warga Ukraina yang dibawa secara paksa ke Rusia, dan bahwa anak-anak ini berisiko diadopsi secara ilegal.

Menurutnya beberapa anak diambil dari panti asuhan dan yang lainnya dipisahkan dari keluarga.

Dan anak perempuan merupakan 54 persen dari semua anak hilang yang dilaporkan.

Lypovetska mengklaim bahwa dalam satu kasus, dua saudara perempuan berusia sembilan dan 15 tahun berada di dalam mobil bersama orang tua mereka yang mencoba melarikan diri dari daerah yang diduduki Rusia.

"Rusia melihat ada warga sipil di dalam mobil dan dua anak. Mereka mulai menembak. Sayangnya, kedua orang tua terbunuh," kata Lypovetska seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (1/6/2022).

Warga Irpin, Ukraina membawa bayinya saat kabur dari serangan pasukan militer Rusia, 7 Maret 2022. (Aris Messinis/AFP)

Baca juga: 3 Kisah Pilu Bocah di Ukraina, Ditipu Sikap Ramah Tentara Rusia hingga Memohon Dijemput Ibunya

Para prajurit diduga mengambil gadis-gadis itu, tetapi meninggalkan sang adik perempuan itu di sebuah desa.

Orang-orang di sana yang tidak dikenalnya membantu melacak kerabat sang gadis yang tersisa.

Setelah selamat, sang adik menceritakan kembali kisahnya.

Adapun terkait gadis yang berusia 15 tahun, Lypovetska mengaku tak bisa melacak keberadaannya.

Halaman
123