Konflik Rusia Vs Ukraina

Remaja Ukraina Disandera Rusia, sang Ayah Sebut Ditawan di Sel Bersama Tahanan Perang

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

(Ilustrasi) Seorang bocah 15 tahun bernama Andrii Pokrasa dielukan sebagai pahlawan Ukraina karena jasanya membantu militer Ukraina, Senin (6/6/2022). Terbaru, seorang remaja Ukraina diduga ditahan oleh pihak Rusia, Jumat (1/7/2022).

TRIBUNWOW.COM - Beberapa minggu telah berlalu sejak remaja Ukraina Vlad Buryak dilaporkan ditangkap.

Dilansir TribunWow.com, sang ayah, Oleg Buryak, mengatakan anaknya disandera oleh pasukan Rusia.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (1/7/2022), Buryak adalah kepala administrasi militer di Zaporizhzhia, ibu kota wilayah Zaporizhia.

Baca juga: Pemerintah Rusia Minta Rakyatnya Jadi Cepu Laporkan Aksi Kritik Pro Ukraina

Ia yakin Vlad menjadi sasaran karena perannya sebagai pejabat senior di pemerintahan.

Sementara pasukan Rusia sekarang menguasai empat distrik di Zaporizhia, wilayah tenggara di sungai Dnieper, zona Buryak tetap berada di tangan Ukraina.

"Saya tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya," kata Buryak kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara melalui telepon.

Namun, ia mengaku merasa tak berdaya terkait dugaan penangkapan putranya yang berusia 16 tahun itu.

Pada tanggal 8 April, sekitar sebulan setelah pasukan Rusia merebut kota Zaporizhian dan Melitopol, konvoi mobil sipil yang berusaha mengevakuasi daerah yang diduduki perlahan-lahan maju melalui pos pemeriksaan yang diawaki oleh tentara Rusia.

Vlad berada di salah satu mobil itu, menuju Zaporizhzhia untuk bersama ayahnya.

Setelah tentara memeriksa dokumennya dan menyadari siapa ayahnya, ia menjadi anak pertama, dan sejauh ini, diduga disandera untuk tujuan politik.

Kondisi Kherson, Ukraina yang saat ini telah dikuasai oleh pasukan militer Rusia. (Olga MALTSEVA/AFP)

Baca juga: Dituduh Bertanggung Jawab Culik Paksa Anak-anak Ukraina, Sekutu Putin Dikenai Sanksi oleh Inggris

Buryak mengatakan selama 48 hari pertama, putranya ditahan di sel bersama tawanan perang dewasa.

Dia kemudian dipindahkan ke lokasi dengan kondisi yang lebih baik.

Dia sekarang memiliki akses ke kamar mandi dan toilet, dan ponsel yang dia gunakan untuk menelepon ayahnya.

Untuk melindungi putranya, Buryak tidak dapat mengungkapkan apa yang diinginkan penculik anak itu atau detail apa pun tentang apa yang dialami putranya.

“Saya tidak bisa mengatakan apa yang dia lihat atau dengar. Dari sandera, dia bisa menjadi saksi. Dan saksi-saksi seperti itu bisa disingkirkan sehingga tidak ada yang bisa menemukan mayatnya,” kata Buryak.

Halaman
123