Konflik Rusia Vs Ukraina

Pejabat Putin Debat di TV Rusia soal Cara Ancam AS, Gunakan Perang Nuklir hingga Luncurkan Rudal

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen peluncuran Rudal Balistik Antar Benua RS-28 Sarmat milik Rusia yang dijuluki 'Satan 2', Rabu (20/4/2022). Terbaru, sejumlah tokoh Rusia mendiskusikan ancaman untuk Amerika, Selasa (14/6/2022).

TRIBUNWOW.COM - Sekelompok pejabat Rusia yang muncul di televisi pemerintah mengadakan diskusi intens tentang cara terbaik untuk menunjukkan ancaman kepada AS.

Kelompok yang diidentifikasi sebagai pakar militer itu, berdebat tentang apakah Rusia harus mengancam AS dengan perang nuklir.

Saran lainnya adalah dengan meluncurkan rudal balistik antarbenua dan beberapa usulan lain yang didiskusikan secara terbuka di TV Nasional.

Momen Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi sebuah pabrik. Ada pekerja pabrik yang diduga hanyalah aktor yang ternyata turut memerankan peran tentara Rusia yang sedang terluka. (Twitter/Thesun.co.uk)

Baca juga: Diduga Mata-mata Kiriman Putin, Warga Rusia di Inggris Ditangkap di Bandara atas Dugaan Sabotase

Baca juga: Pejabat Rusia Sebut Kiamat Nuklir akan Lenyapkan Eropa Buntut Klaim Eks Menlu Polandia soal Ukraina

Dilansir TribunWow.com dari Newsweek, Selasa (14/6/2022), hubungan AS dan Rusia makin memburuk sejak invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina.

Rusia mengecam paket bantuan yang diberikan AS untuk Ukraina yang terdiri dari senjata dan logistik.

Tak heran, berbagai seruan anti Amerika semakin sering digaungkan termasuk di tayangan televisi Rusia.

Dalam tayangan terkait, seorang ahli militer Alexei Leokov, mengatakan bahwa Rusia harus terbiasa menjadi sebuah kekaisaran.

"Karena kita adalah sebuah kerajaan, kita harus bertindak seperti sebuah kerajaan," kata Leokov.

Andrey Gurulyov, seorang anggota Duma Negara, kemudian menimpali untuk mengatakan bahwa senjata milik Rusia, harus menimbulkan ancaman ke wilayah Amerika Serikat, dan bukan hanya senjata nuklir.

"Mereka harus memahami bahwa mungkin ada serangan terhadap Miami, Texas atau negara bagian lainnya," kata Gurulyov.

"Kemudian, mereka akan menyelipkan ekor mereka. Mereka tidak terlalu berani di sana. Ini adalah kebenaran kita dan apa yang harus kita cita-citakan dan dengan percaya diri bergerak ke arah itu."

Dmitry Drobnitsky, yang diidentifikasi sebagai ilmuwan politik, kemudian menyarankan bahwa elit AS sebagian besar tidak merasa sangat rentan, dan bahwa mereka tidak percaya Rusia akan menyerang.

"Hanya ada satu cara untuk meyakinkan mereka, yaitu meluncurkan (rudal) Sarmat," kata Drobnitsky.

Pria lain yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa orang mengatakan rudal Sarmat berfungsi dengan baik melawan sanksi.

"Itu argumen penting, tapi saya setuju bahwa tidak ada yang percaya itu akan digunakan. Dan mengapa tidak?" pria itu bertanya.

Halaman
123