Konflik Rusia Vs Ukraina

200 Mayat Ditemukan di Bunker Gedung di Mariupol, Berikut Kondisi Terkini Perang Rusia dan Ukraina

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kota Mariupol di Ukraina dikepung dan terus dihujani serangan oleh pasukan militer Rusia. Terbaru, 200 mayat ditemukan di ruang bawah tanah gedung apartemen di Mariupol, Senin (24/5/2022).

TRIBUNWOW.COM - Pihak berwenang Ukraina mengatakan para pekerja tengah melakukan penggalian di antara puing-puing di Mariupol.

Mereka menemukan tak kurang dari 200 mayat di ruang bawah tanah sebuah gedung apartemen.

Lebih banyak kengerian juga terungkap di kota yang hancur yang telah menyaksikan beberapa penderitaan terburuk dari perang tiga bulan itu.

Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022). (AFP/ Alexander Nemenov)

Baca juga: Putin Diisukan Dibenci Musuh dan Rekannya, Sosok Penerus Ramai Dibahas Elit di Rusia

Baca juga: Rusia Deklarasikan Kemenangan di Mariupol setelah Seluruh Pasukan Ukraina di Pabrik Baja Menyerah

Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Selasa (24/5/2022), Petro Andryushchenko, seorang penasihat walikota mengatakan mayat-mayat mulai berbau dan membusuk di lingkungan itu.

Namun, dia tidak mengatakan kapan jenazah tersebut ditemukan.

Sementara itu, pertempuran sengit masih berlanjut di Donbas, kawasan industri timur yang ingin direbut oleh pasukan Moskow.

Pasukan Rusia meningkatkan upaya mereka untuk mengepung dan merebut Severodonetsk serta kota-kota tetangga.

Mariupol ditekan tanpa henti selama pengepungan hampir tiga bulan yang berakhir pekan lalu setelah sekitar 2.500 pejuang Ukraina meninggalkan pabrik baja tempat mereka bersembunyi.

Pasukan Rusia telah menguasai seluruh kota, di mana diperkirakan 100.000 orang tetap berada di luar populasi 450.000 sebelum perang.

Banyak dari mereka terperangkap selama pengepungan dengan sedikit makanan, air, panas atau listrik.

Menurut pihak berwenang Ukraina, setidaknya 21.000 orang tewas dalam pengepungan itu.

Rusia juga dituduh berusaha menutupi kengerian dengan membawa peralatan kremasi bergerak dan dengan mengubur orang mati di kuburan massal.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia mengobarkan perang total dan berusaha untuk menimbulkan sebanyak mungkin kematian dan kehancuran di negaranya.

"Memang, belum ada perang seperti itu di benua Eropa selama 77 tahun," kata Zelensky, merujuk pada akhir Perang Dunia II.

Serangan di Donbas

Halaman
123