Menjelang akhir entri, akun tersebut menambahkan tagar yang menunjukkan laboratorium AS di Ukraina sedang mengerjakan delapan penyakit menular yang parah.
''Dalam kamus EN-CN China, Rusia menerjemahkan ke Ukraina,'' kata Great Translation Movement, yang memiliki sekitar 150.000 pengikut, di Twitter.
Lahir tidak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina, Great Translation Movement telah menjadi sumber untuk memahami bagaimana media sosial Tiongkok yang terhubung dengan negara membahas perang di Ukraina.
Grup anonim terdesentralisasi ini dioperasikan oleh beberapa ratus sukarelawan di seluruh dunia.
Demi keamanan, mereka tidak mengetahui letak geografis sesama kontributor.
"Sederhananya, konteks di balik semuanya adalah jurang pemisah yang sangat besar antara berbagai jenis pesan yang dibentuk oleh pemerintah China untuk seluruh dunia, versus di dalam China," kata grup dalam sebuah pernyataan tertulis.
Baca juga: Cari Untung hingga Ingin Rusia Lemah, China hingga Eks CIA Ungkap Alasan AS Terlibat Konflik Ukraina
Baca juga: Tuding AS Lakukan 7 Kejahatan, Media China Sebut Perburuk Konflik antara Rusia dan Ukraina
Media China Gambarkan AS Sebagai Penjahat Perang
Meskipun China mengaku netral dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, namun media massa di negara tersebut menunjukkan fakta berbeda.
Media China kebanyakan memproyeksikan Amerika Serikat sebagai sosok penjahat dalam perseteruan dua negara tersebut.
Bahkan, banyak di antaranya mengulang-ulang cerita propaganda Rusia mengenai laboratorium senjata biologis, konspirasi perang dan lain-lain.
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Rabu (6/4/2022) kantor berita negara Xinhua menirukan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut perang Ukraina sebagai operasi militer khusus dan krisis.
Sementara, baru-baru ini, media China menggandakan teori konspirasi Rusia yang mengklaim AS mendanai pengembangan senjata biologis di Ukraina.
Termasuk kisah tentang burung migran yang dapat menyebarkan virus unggas di Rusia.
Bagaimana perang tersebut dibingkai di media adalah cerminan dari posisi pemerintah China.
China tidak mengutuk invasi Rusia yang memiliki ikatan ekonomi kuat dengan Beijing.