TRIBUNWOW.COM - PBB berencana menggelar operasi ketiga untuk mengevakuasi warga sipil dari Mariupol, Ukraina, yang dijadwalkan pada hari ini, Jumat (6/5/2022).
Pasalnya, pertempuran dilaporkan telah meningkat dalam perebutan pabrik baja Azovtal sebagai pertahanan terakhir Ukraina di Mariupol.
Sekitar 200 warga sipil juga diyakini bersembunyi di bunker di pabrik.
Baca juga: Hacker Rusia Pro Putin Ancam Matikan Ventilator RS di Inggris Gara-gara Ini
Baca juga: Sebut Rusia Perlu Praktikkan Hukuman Ala Nazi, Tokoh Ini Peringatkan Penentang Invasi ke Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Jumat (6/5/2022), Sekjen PBB Antonio Guterres berperan penting dalam evakuasi tersebut.
Ia secara pribadi datang ke Moskow untuk membujuk Presiden Rusia Vladimir Putin agar mengizinkan diadakannya koridor kemanusiaan.
"Segala sesuatu harus dilakukan untuk mengeluarkan orang dari neraka ini," kata Gutterres.
Guterres mengatakan operasi ketiga untuk mengevakuasi warga sipil dari kota sedang berlangsung dan akan tiba di kota pada hari Jumat.
Sementara, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan di media sosial bahwa ini akan terjadi sekitar tengah hari.
Sedikitnya 20 anak-anak diperkirakan termasuk di antara warga sipil yang tersisa di pabrik baja.
Mereka dikhawatirkan tak akan bisa bertahan lebih lama lantaran persediaan makanan dan air berkurang dengan cepat.
Adapun pabrik baja Azovtal adalah kompleks industri yang dirancang selama Perang Dingin untuk berfungsi sebagai bunker nuklir dan memiliki jaringan terowongan jauh di bawah tanah.
Sebelumnya, pada hari Minggu (1/5/2022) sekelompok awal warga sipil berhasil dievakuasi dari pabrik itu.
Rekaman menunjukkan sebagian besar wanita dan anak-anak dibantu untuk berjalan di atas tumpukan puing-puing, dan naik bus dengan jendela yang hilang.
Terkait hal tersebut, Putin mengatakan pasukannya siap memberikan jalan yang aman bagi warga sipil, tetapi para pejuang Ukraina harus menyerah.
Ia juga telah menyatakan kemenangan di Mariupol, memerintahkan pasukannya untuk menutup kompleks industri tersebut.