TRIBUNWOW.COM - Pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS) menjelaskan Ukraina saat ini berhasil bertahan menghadapi Rusia berkat informasi yang diberikan intelijen AS.
Informasi yang diberikan oleh AS ke Ukraina disebut-sebut berperan sangat besar sehingga Ukraina mampu membunuh delapan jenderal, hingga 36 kolonel pasukan militer Rusia.
Pejabat AS mengatakan kepada NBC News bahwa sejak awal konflik terjadi, AS terus berbagi soal informasi seputar pergerakan Rusia kepada Ukraina.
Baca juga: Host TV Rusia Peringatkan Inggris soal Kekuatan Senjata Nuklir Satan 2
Baca juga: Pengakuan Jurnalis Inggris Kabur dari Kejaran Drone Pembunuh Rusia saat Liputan di Ukraina
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, ia mengklaim intelijen yang diberikan AS memiliki dampak begitu besar terhadap berjalannya konflik antara Rusia dan Ukraina.
"Itu begitu berdampak baik dalam level taktik dan strategi," ujar sang pejabat AS tersebut.
Sementara itu Eks agen Intelijen AS menjelaskan, intelijen yang diberikan oleh AS selalu diperbaharui setiap saat.
Ia mencontohkan satu dari beberapa informasi yang diberikan AS kepada Ukraina adalah foto satelit hingga pergerakan pasukan Rusia tertentu.
Perwira tinggi terakhir Rusia yang tewas dalam konflik di Ukraina adalah Mayjen Vladimir Frolov yang terbunuh pada awal April 2022.
Sebelumnya Mayjen Andrei Sukhovetsky dibunuh oleh penembak jitu di medan perang.
Kemudian pada Maret Letjen Andrei Mordvichev tewas di pertempuran di Chornobaivka yang terletak di bagian selatan Kota Kherson.
Lalu Mayjen Andrei Kolesnikov dan Vitaly Gerasimov yang tewas di bagian luar Kharkiv.
Terdapat juga Jenderal Magomed Tushaev selaku pimpinan pasukan spesial Chechen tewas di Hostomel.
Mayjen Oleg Mityaev terbunuh di Mariupol, lalu Jenderal Yakov Rezantsev yang turut tewas di sana.
Pemerintah Rusia menuding Amerika Serikat (AS) justru ingin konflik di Ukraina agar tidak segera berakhir.
Tudingan ini disampaikan oleh duta besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, Senin (25/4/2022).