Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Klaim Invasi di Ukraina Berjalan Sesuai Rencana: Putin Ingin Dunia Mendengarkan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin hadir di Moskow, Rusia dalam acara perayaan aneksasi Crimea, Ukraina, 18 Maret, 2022.

TRIBUNWOW.COM - Operasi militer spesial Rusia di Ukraina masih terus berlangsung dan sudah hampir sebulan berlalu sejak diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 lalu.

Selama konflik berlangsung, sejumlah politisi dan ahli negara-negara barat menyatakan bahwa rencana Putin telah gagal total karena tidak berhasil merebut Kiev/Kyiv.

Namun pemerintah Rusia menyatakan operasi militer mereka di Ukraina berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Jubir Pemerintah Rusia Nyatakan Kapan Putin akan Gunakan Bom Nuklir dalam Perang Ukraina

Baca juga: Putin Ambil Sikap soal Proposal Damai Zelensky, Rusia Soroti Usul Pemungutan Suara Rakyat Ukraina

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pada Selasa (22/3/2022).

Peskov menegaskan tidak ada yang menargetkan operasi militer ini akan berhasil hanya dalam hitungan beberapa hari saja.

Peskov kemudian menerangkan awal diambilnya kebijakan operasi militer ini berawal ketika Ukraina hendak menyerang Republik Donetsk dan Lugansk yang melepaskan diri dari Ukraina.

Menurut keterangan Peskov tidak ada negara yang mencoba menghentikan Ukraina agar tidak menyerang Republik Donetsk dan Lugansk.

"Presiden Putin ingin membuat dunia mendengar dan memahami apa yang jadi kekhawatiran kami (Rusia)," ujar Peskov.

"Kami telah mencoba untuk menyampaikan kekhawatiran kami kepada dunia, pertama kepada Eropa, kepada Amerika Serikat (AS), namun tidak ada yang mau mendengarkan kita," katanya.

Peskov mengatakan, maka dari itu diluncurkan operasi militer spesial untuk membasmi keberadaan pasukan anti Rusia yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Putin berdalih dirinya melakukan operasi militer spesial atas permintaan Kepala Republik Donbass, lalu untuk melakukan demiliterisasi dan denazifikasi di Ukraina, bukan untuk mengokupasi.

Sahabat Putin Disebut akan Memberontak

Informasi dari intelijen Ukraina menyampaikan sekelompok elit di Rusia kini tengah tidak puas dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Diketahui saat ini sekelompok elit yang tidak puas itu berencana menggulingkan Putin.

Kepala badan intelijen Rusia (FSB) yakni Alexander Bortnikov disebut sebagai orang yang akan memberontak sekaligus menggantikan Putin sebagai Presiden Rusia.

Baca juga: Asal Bisa Damai dengan Rusia, Presiden Ukraina Bersedia Negosiasikan Semuanya: Saya Siap

Halaman
1234