Aplikasi Trading Ilegal

Doni Salmanan Terlihat Tenang saat Minta Maaf, Pakar Ekspresi Soroti Gesturnya: Dia Tak Punya Power

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Joice Manurung (kiri) dan Doni Salmanan (kiri), Joice Manurung menyoroti bahasa tubuh Doni Salmanan. Tangkapan layar YouTube Intens Investigasi pada Rabu (16/3/2022).

TRIBUNWOW.COM - Nama trader Doni Salmanan tengah menjadi perbincangan hangat bagi publik. 

Bagaimana tidak, Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (8/3/2022) karena kasus dugaan penipuan trading ilegal menggunakan platform Quotex.

Kini Doni Salamanan resmi ditahan di Bareskrim Polri. 

Lantas, pada Selasa (15/3/2022), Doni Salmanan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas keselahannya. 

Namun demikian, bahasa tubuh permintaan Doni Salmanan menjadi sorotan publik. 

Saat meminta maaf Doni Salmanan terlihat tenang. 

Doni Salmanan saat menuturkan permintaan maaf. Tangkapan layar YouTube Seleb OnCam News pada Selasa (15/3/2022). (Tangkapan layar YouTube Seleb OnCam News pada Selasa (15/3/2022))

Dilansir TribunWow.com melalui kanal YouTube Intens Investigasi pada Rabu (16/3/2022), pakar ekspresi, Joice Manurung menuturkan bahwa bahasa tubuh Doni Salmanan yang tenang menunjukkan seseorang sedang mengontrol dirinya. 

"Bahasa umumnya katanya tenang, tenangnya itu terlihat dari tidak banyaknya gesture, body movement kemudian head movement itu enggak banyak," kata Joice Manurung. 

Baca juga: Akhirnya Muncul ke Publik dan Minta Keringanan Hukuman, Bahasa Tubuh Doni Salmanan Jadi Sorotan

Baca juga: Babak Baru Kasus Doni Salmanan, Polisi Ungkap 5 Artis yang Terlibat hingga Uang Cash yang Disita

"Namun, kecendurungan adalah kemampuan seseorang untuk self control."

"Memang itu kekuatan yang bersangkutan ya, mengendalikan situasi dan mengendalikan emosi diri," lanjutnya. 

Lantas, saat selesai meminta maaf Doni Salmanan terlihat memasukkan tangan ke dalam saku celananya. 

Menurut Joice Manurung memasukkan tangan ke saku celana memiliki beberapa makna. 

Joice Manurung menjelaskan gerakan tersebut dapat diartikan sebagai bentuk untuk mempertahankan diri. 

"Tapi memasukkan tangan ke dalam kantong punya beberapa makna," jelas Joice Manurung. 

"Pertama usur defensif, defensif di sini upaya mempertahankan diri, secara umum ini kalau siapapun ada di tempatnya sekarang ya akan begitu sepertinya," lanjutnya. 

Halaman
12