TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyebutkan adanya jadwal yang sudah disusun dalam operasi militer ke Ukraina.
Menurut staf dekat Presiden Vladimir Putin tersebut, tak ada keterlambatan dalam misi yang disebut sebagai operasi demiliterisasi dan denazifikasi tersebut.
Menurut Peskov, Putin sejak awal memang melarang pasukannya untuk langsung menguasai ibukota Kiev.
Baca juga: Kewalahan, Putin Berlakukan Kebijakan Berikut untuk Atasi Hengkangnya Perusahaan Asing dari Rusia
Baca juga: Putin Tahan 2 Pejabat Intelejen Rusia dan Pecat 8 Komandan Buntut Terhambatnya Invasi ke Ukraina
Dikutip TribunWow.com dari kantor berita Rusia RIA Novosti, Senin (14/3/2022), media internasional ramai memberitakan bahwa pasukan Rusia terhambat dalam upaya menaklukkan Ukraina.
Pasalnya, setelah dua minggu mengumumkan invasi, tentara Rusia belum juga mendekati Kiev.
Namun, Peskov membantah tudingan tersebut dengan mengutip perkataan Putin pada awal mulainya operasi militer.
Ia mengatakan Putin sudah memerintahkan agar tentaranya tak langsung menyerang ibukota.
Presiden 69 tahun itu mengaku khawatir adanya kemungkinan masyarakat sipil menjadi korban di tengah pertikaian.
"Pada awal operasi, Presiden Rusia memang menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk menahan diri dari serangan langsung terhadap lokasi pemukiman, termasuk Kiev. Karena pasukan nasionalis bersenjata melengkapi titik tembak, menempatkan peralatan militer berat di tepat di daerah pemukiman," kata Peskov.
"Dan pertempuran di daerah padat penduduk pasti akan menyebabkan kerugian besar di antara warga sipil. Dan operasi itu direncanakan dengan tepat dengan mempertimbangkan keadaan ini."
Peskov kembali menyanggah tudingan bahwa pasukan Rusia menyasar warga sipil.
Ia mengatakan pasukan Rusia menggunakan teknologi tinggi yang akurat hanya dikenakan pada sasaran militer.
“Angkatan Bersenjata Rusia menggunakan senjata presisi tinggi modern, hanya mengenai fasilitas infrastruktur informasi militer," kata Peskov.
Selain itu, ia menyatakan operasi militer yang dijalankan Rusia telah sesuai dengan rentang waktu yang ditetapkan.
Peristiwa yang terjadi di lapangan, sudah diprediksi dengan seksama dan dilaksanakan tepat seperti rencana awal.