Konflik Rusia Vs Ukraina

Istri dan 2 Anaknya Dibunuh Pasukan Rusia, Pria di Ukraina Unggah Ini di Medsos: Maafkan Aku

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam waktu satu hari, Serhiy Perebyynis kehilangan istri dan dua anaknya yang dibunuh oleh serangan pasukan militer Rusia. Istri dan dua anak Serhiy tewas saat hendak mengungsi keluar dari Kota Irpin.

• Sumy (timur laut) ke Poltava (tengah)

• Izyum (timur) hingga Lozova (timur)

• Volnovakha (timur) ke Pokrovsk (timur)

• Dan dari beberapa kota di sekitar Kiev termasuk Vorzel, Borodyanka, Bucha, Irpin dan Hostomel ke ibu kota

Gencatan senjata diumumkan di daerah itu antara pukul 9 pagi hingga 9 malam waktu setempat.

Pada sore hari, penasihat kementerian dalam negeri Ukraina Vadym Denysenko mengatakan Moskow sebagian besar gagal untuk mematuhi perjanjian ini.

Meskipun demikian, sejumlah koridor tampaknya telah berhasil, termasuk di Energodar dan di beberapa bagian Kiev.

Lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan Ukraina, dengan 1,3 juta pergi ke Polandia.

Pertempuran di Kiev

Ibu kota Kiev tetap berada di bawah kendali Ukraina meskipun terjadi pertempuran di daerah-daerah terdekat.

Konvoi kendaraan militer Rusia yang sepanjang 65 km kini telah terjebak di luar ibu kota selama lebih dari seminggu.

Pertempuran juga berlanjut di barat laut wilayah tersebut, termasuk di Irpin.

Kondisi Wilayah Ukraina Timur

Dewan kota Mariupol melaporkan bahwa pasukan Rusia telah menjatuhkan beberapa bom di sebuah rumah sakit anak-anak.

"Kehancurannya sangat besar," kata seorang sumber.

Mariupol telah dikepung oleh pasukan Rusia selama lebih dari seminggu.

Dilaporkan bahwa orang-orang di sana sampai harus mengais makanan dan mencairkan salju untuk mendapatkan air.

Upaya untuk mengevakuasi orang-orang dari kota pelabuhan Laut Hitam telah berulang kali tersendat selama beberapa hari terakhir.

Kondisi Wilayah Ukraina Selatan

Kherson tetap menjadi satu-satunya kota di bawah kendali Rusia.

Namun, penduduk setempat setiap hari melakukan aksi damai dengan berdemonstrasi memprotes pendudukan Rusia.

Garda Nasional Rusia hari ini mengumumkan telah menahan lebih dari 400 pengunjuk rasa di daerah tersebut.

Sementara, penduduk Odesa kini bersiap untuk mempertahankan pelabuhan utama dan kota wisata.

Warga membentangkan spanduk biru dan kuning raksasa bertuliskan "Odesa-Ukraina" di atas karung pasir di depan Opera dan Teater Balet di pusat kota.

Di sisi lain, angkatan bersenjata Ukraina mengatakan orang-orang Rusia yang mengenakan pakaian sipil sudah mulai maju ke kota terdekat, Mykolaiv.

Baca juga: Rumah Bersalin di Ukraina Hancur Diserang Rusia, Ibu Hamil Ditandu dalam Kondisi Berdarah-darah

Baca juga: Tuding PBB Sebar Hoaks, Rusia Sebut RS Bersalin Mariupol yang Diserang adalah Sarang Militer Ukraina

Kekhawatiran Presiden Volodymyr Zelensky

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan kekhawatirannya atas kemungkinan perkembangan serangan Rusia.

Ia menyoroti keputusan Barat yang dinilai kurang cekatan untuk menetapkan zona larangan terbang.

Suami ibu negara Olena Zelenska itu menilai pihak Barat akan terlambat mengambil keputusan setelah nantinya perang dunia ketiga sudah dimulai.

Dilansir TribunWow.com dari Sky News, (9/3/2022), Zelensky secara eksklusif berbincang dengan awak media di kantornya yang terletak di Kiev.

Sembari duduk di lantai, orang nomor satu Ukraina itu kembali menyerukan tuntutannya.

Ia meminta negara-negara dunia untuk menutup jalur penerbangan agar Rusia tak bisa mengirim pesawat tempurnya.

Sehingga, Ukraina bisa terus bertahan dengan pasukan dari darat.

"Jika anda bersatu melawan Nazi dan teror ini, anda harus menutup (jalur perbangan-red). Jangan menunggu saya bertanya kepada Anda beberapa kali, sejuta kali. Tutup langit," tegas Zelensky.

"Tutup langit dan hentikan pengeboman," katanya, meminta dunia untuk bertindak lebih cepat.

Pihak Barat masih mempertimbangkan keputusan seputar potensi zona larangan terbang.

Pasalnya, keputusan itu dinilai akan meningkatkan konflik, dan membawa konfrontasi langsung dengan Rusia yang bisa memperburuk kondisi.

"Lebih buruk untuk siapa? Untuk keluarga kita? Tidak. Untuk mereka? Siapa yang tahu? Tidak ada yang tahu. Tapi kita tahu persis bahwa sekarang sangat buruk. Dan di masa depan akan terlambat," tukas Zelensky.

"Percayalah, jika diperpanjang seperti ini, anda akan melihat, mereka akan menutup langit tetapi kita akan kehilangan jutaan orang."

"Perang dunia ketiga akan dimulai dan baru setelah itu anda akan membuat zona larangan terbang, tetapi itu akan terlambat."

Zelensky mengatakan bahwa pasukan Rusia bisa saja menduduki Ukraina, namun kemudian dunia tak akan bisa menandingi kekuatannya.

Apalagi setelah sumber daya Ukraina terutama di bidang nuklir telah dikuasi Rusia.

Menambahi, Zelensky menyebut Nato dan sekutunya, tak melakukan apa-apa untuk mencegah serangan Rusia.

"Kemarin dunia tidak melakukan apa-apa. Maaf, tapi itu benar," ujar Zelensky.(TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina