Konflik Rusia Vs Ukraina

Istri dan 2 Anaknya Dibunuh Pasukan Rusia, Pria di Ukraina Unggah Ini di Medsos: Maafkan Aku

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam waktu satu hari, Serhiy Perebyynis kehilangan istri dan dua anaknya yang dibunuh oleh serangan pasukan militer Rusia. Istri dan dua anak Serhiy tewas saat hendak mengungsi keluar dari Kota Irpin.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Olha Stefanishyna menyampaikan pasukan militer Rusia turut mengincar warga sipil, rumah sakit, hingga sekolah.

Pada video liputan BBC, tampak warga yang mengungsi langsung menunduk begitu mendengar suara ledakan tak jauh dari tempat mereka berada.

Mereka yang mengungsi terdiri dari pria, wanita, anak-anak, hingga warga lanjut usia.

Dalam video lain tampak pasangan suami istri dan dua anak mereka ditemukan tewas di trotoar akibat serangan pasukan Rusia.

Kemudian di video selanjutnya tampak jalanan dalam kondisi kosong penuh puing-puin, mobil ditinggalkan oleh pemiliknya begitu saja.

Tanpa perlindungan berupa helm atau rompi anti peluru, para warga sipil hanya menunduk ketika mendengar suara ledakan.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan tidak akan pernah memaafkan Rusia atas konflik yang kini terjadi di Ukraina.

Pernyataan yang disampaikan oleh Zelensky bertepatan dengan momen minggu pengampunan, sebuah hari religius bagi umat Kristen Ortodoks.

Zelensky menyoroti bagaimana ada satu keluarga di Ukraina dibunuh oleh pasukan Rusia saat hendak pergi mengungsi keluar kota.

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, kejadian tersebut menurut keterangan Zelensky terjadi di Kota Irpin.

Di Irpin, pasangan suami istri bersama dua anaknya tewas ditembak di jalanan ketika hendak pergi mengungsi.

"Kami tidak akan mengampuni, kami tidak akan lupa, kami akan menghukum semua yang melakukan kejahatan perang di tanah kami," tegas Zelensky.

Terkait pembunuhan satu keluarga itu, Walikota Irpin, Oleksandr Markushyn turut mengonfirmasi.

"Mereka (Rusia) adalah monster," ucap Oleksandr.

Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-14

Halaman
1234