Ritual di Pantai Payangan Jember

Fakta Sosok Nur Hasan Pimpinan Ritual Maut Pantai Payangan, Tak Gubris Warga hingga Jadi Tersangka

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Kelompok Tunggal Jati Nusantara, Nurhasan ditetapkan sebagai tersangka ritual maut di Pantai Payangan Jember, Rabu (16/2/2022).

Terungkap Tujuan Ritual di Pantai Payangan

Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo memimpin rilis pengungkapan ritual maut di Pantai Payangan Jember, Rabu (16/2/2022). Nurhasan (baju tahanan) menjadi tersangka atas peristiwa yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia. (TribunJatim.com/Sri Wahyunik)

Berdasarkan pemeriksaan, Nur Hasan mengatakan, kelompoknya sudah tujuh kali menggelar ritual di Pantai Payangan, Jember.

AKBP Hery Purnomo menyebut, ritual di laut selatan itu untuk membersihkan diri hingga mengharapkan berkah dari Ratu Pantai Selatan.

"Kegiatan di Pantai Payangan (ritual) sudah dilakukan tujuh kali, yang sebelumnya dilakukan di pinggiran pantai yang aman."

"Baru pada Minggu (13/2/2022) kemarin itu sampai masuk ke dalam air," ungkapnya di Mapolres Jember, Rabu, seperti diberitakan TribunJatim.com.

Lalu, semua ritual juga dipimpin oleh Nur Hasan.

Doa yang dibaca di ritual itu memakai doa berbahasa Arab dan Jawa.

"Jadi memang yang bersangkutan dalam melaksanakan kegiatan itu menggabungkan kegiatan keagamaan, juga menggunakan bahasa Jawa."

"Dalam pelaksanaan ritual ada pembacaan mantra dan kidung. Nanti perlu kami dalami lagi, ini termasuk aliran mana," imbuh Hery.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (Surya.co.id/TribunJatim.com/Sri Wahyunik)

Berita terkait Ritual Maut di Pantai Payangan Jember

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FAKTA Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan Jadi Tersangka, Nur Hasan Ditetapkan sebagai Inisiator

Halaman