TRIBUNWOW.COM - Kebohongan dua santriwati di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya terungkap.
Dilansir TribunWow.com, Jumat (28/1/2022), H (14) dan R (14) nekat mengaku menjadi korban penculikan dan rudapaksa agar bisa kabur dari pesantren.
Mereka juga sempat berkata dibuang di wilayah Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry menyebut kebohongan kedua remaja itu terbongkar seusai melakukan konseling dengan polisi.
Baca juga: Pimpinan Ponpes di Kuningan Panggil 7 Santri ke Kamar Lalu Dilecehkan: Dulu Saya Pernah Dicabuli
Bukan diculik maupun dirudapaksa, keduanya mengaku tak betah di pesantren hingga akhirnya kabur.
"Kedua santriwati tersebut akhirnya mengakui mereka hanya kabur karena tak betah di pesantren," kata Berry, dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/1/2022).
"Sehingga dapat dipastikan, kabar penculikan dan pemerkosaan dua orang santriwati merupakan perkataan bohong."