Terkini Daerah

Tak Hanya 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak, Pasutri Ini Juga Rutin Gantikan Baju, Buat Warga Ketakutan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bid Dokes Polda Jateng mendatangi ke Desa Plakaran, Kecamatan Moga untuk melakukan trauma healing kepada keluarga SAR, Rabu (12/1/2022).

Hal itu diungkapkan Camat Moga, Umroni, dalam kanal YouTube tvOneNews, Kamis (13/1/2022).

Meski jasad disimpan lebih dari dua bulan, warga sekitar tak mencium bau busuk dari rumah korban.

Diduga, keluarga memberikan obat atau ramuan khusus untuk mencegah bau busuk jasad korban menyebar.

"Ada dugaan jenazah diberi obat yang bisa mengurangi bau," jelas Umroni.

"Ini adalah kali kedua dilakukan keluarga ini, sebelumnya pernah ketahuan warga."

Baca juga: Kronologi Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak di Rumah, Yakin Mayat akan Hidup Lagi

Baca juga: 2,5 Bulan Simpan Jenazah Anak di Kamar, Suami Istri di Pemalang Diduga Pakai Obat untuk Samarkan Bau

Lebih lanjut, menurut dia, keluarga ini juga pernah menyimpan jasad di rumah.

Jasad tersebut adalah adik korban.

"Jadi adiknya sebelumnya telah meninggal dan selama seminggu jenazahnya dibiarkan."

"Tapi kemudian jenazah tersebut memunculkan bau sehingga mendesak masyarakat untuk memakamkan."

Belajar dari pengalaman, keluarga ini kemudian memberikan obat khusus pada jasad korban sehingga tak mengeluarkan bau busuk.

Lebih lanjut, Umroni membahas soal keluarga korban yang dikenal jarang bergaul.

"Yang kedua ini tampaknya ada upaya keluarga korban untuk memberi obat supaya tidak tercium," ungkapnya.

"Keyakinan ini muncul karena yang bersangkutan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar, keluarganya tertutup."

"Sehingga masyarakat jarang berkomunikasi, datang ke rumahnya, dan sebagainya," tandasnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak dan Rutin Ganti Bajunya, Warga Tak Berani Mendekat