Terkini Daerah

Tak Hanya 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak, Pasutri Ini Juga Rutin Gantikan Baju, Buat Warga Ketakutan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bid Dokes Polda Jateng mendatangi ke Desa Plakaran, Kecamatan Moga untuk melakukan trauma healing kepada keluarga SAR, Rabu (12/1/2022).

TRIBUNWOW.COM - R (38) dan P (36) ternyata tak hanya menyimpan jasad anak kandungnya, SAR (14) selama 2,5 bulan di dalam rumah.

Keduanya ternyata juga rutin menggantikan baju untuk jasad anaknya tersebut.

Sejumlah warga mengaku melihat R dan P rutin mengganti baju jenazah SAR.

Karena ketakutan, warga kemudian melapor ke pihak desa dan berlanjut ke kepolisian.

Camat Moga, Umroni, mengatakan R dan P diduga menganut aliran tertentu yang meyakini jasad SAR akan hidup kembali.

"Kami langsung melakukan langkah-langkah terkait itu, di antaranya memberikan penyadaran kedua orangtua untuk segera melakukan perlakuan terhadap jenazah seperti memandikan, di salati, dan dikuburkan secara syariat islam," ujar Umroni, dikutip dari TribunJateng.com, Kamis (13/1/2022).

Umroni berharap kejadian seperti ini tak kembali terjadi.

Ia pun meminta warga waspada terhadap oknum-oknum yang menyebarkan isu bahwa jenazah bisa kembali hidup.

"Saya meminta kepada bapak RT, RW, dan pak kadus di wilayah desa-desa untuk sering mamatau kondisi di lapangan," katanya.

"Karena kejadian ini sampai tidak diketahui oleh masyarakat, karena keluarga tersebut jarang keluar rumah dan jarang sosialisasi ke masyarakat."

Baca juga: Kronologi Orangtua di Pemalang 2,5 Bulan Simpan Jasad Anak di Rumah, Yakin Mayat akan Hidup Lagi

Baca juga: 2,5 Bulan Simpan Jenazah Anak di Kamar, Suami Istri di Pemalang Diduga Pakai Obat untuk Samarkan Bau

Bukan Pertama Kali

Diduga memiliki kepercayaan menyimpang, keluarga asal Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, nekat menyimpan jasad anaknya yang masih berusia 14 tahun.

Jasad remaja itu disimpan di rumahnya selama 2,5 bulan.

Dilansir TribunWow.com, keluarga tersebut meyakini jasad korban bakal hidup kembali.

Namun, ternyata aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan keluarga korban.

Halaman
12