Kamar apartemen tempat EN dan tiga perempuan lainnya diketahui disewa oleh RB.
Dirudapaksa 4 Kali
Dikutip dari TribunJakarta.com, korban diketahui total sudah mengalami empat kali pencabulan.
Dua pencabulan pertama dilakukan oleh pelaku RB, sedangkan dua pelaku lainnya dilakukan oleh para pria yang memesan korban lewat online.
"Setelahnya dijual kepada dua orang pria di apartemen Kalibata. Dijual selama dua hari berbeda di sana," ujar paman korban H (32), Selasa (28/12/2021).
Korban dihargai Rp 300-400 ribu saat dijajakan secara online.
"Dari Rp 400 ribu yang pertama Rp 300 ribu diambil RB, katanya buat uang sewa kamar. Rp 100 ribu dikasih korban. Kedua dijual Rp 300 ribu, itu seluruh uangnya diambil pelaku," ujar H.
Baca juga: Fakta Viral Sexy Dancer Berkedok Pesta Ultah di Rembang, Penyelenggara: Di Luar Kendali Saya
Foto Korban di Sebuah Aplikasi
H bercerita, upaya pencarian EN awalnya dilakukan dengan cara menanyai teman-teman korban.
Kemudian diketahui ternyata EN dibawa pergi oleh RB.
Berbekal informasi tersebut, keluarga korban pergi mendatangi rumah RB.
Setelah ditanyakan kepada orangtua RB, mereka pun mengaku tidak tahu di mana keberadaan RB yang tak kunjung pulang.
Kemudian keluarga korban mendapat informasi dari tetangga bahwa foto EN dijual menggunakan sebuah aplikasi.
Di sana EN dijajakan sebagai wanita open BO.
Keluarga korban lalu mencoba berkomunikasi dengan akun tersebut dan ternyata benar suaranya sama dengan suara EN.