TRIBUNWOW.COM - Diiming-imingi pekerjaan, siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) inisial EN (13) menurut dibawa kabur oleh kekasihnya RB (19) pada Selasa (21/12/2021), hingga akhirnya diselamatkan polisi pada Sabtu (25/12/2021).
Namun bukannya mendapat pekerjaan, EN justru disekap di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK) online yang lebih dikenal dengan istilah wanita open booking online (BO).
Setelah kasus ini terjadi, sifat EN disebut berubah tak lagi seperti biasanya.
Baca juga: Selain Rudapaksa 12 Santriwati, Terkuak HW Juga Cabuli Saudara Istrinya Sendiri
Baca juga: Sekap Gadis 14 Tahun, Suami Istri di Bandung Diduga Jual Korban ke 20 Pria Hidung Belang
Dikutip dari TribunJakarta.com, perubahan sikap EN diungkap oleh sang paman yakni H.
"Sekarang dia (EN) lebih banyak diam di rumah, murung. Enggak seperti biasanya lah," kata H, Selasa (28/12/2021).
"Saya paling nyaranin jangan keluar rumah lebih dulu."
Korban sendiri sejak awal ditemukan telah mendapat pemeriksaan psikologis untuk memulihkan trauma.
"Tadi pas saya kasih keterangan ke Polres Jakarta Selatan juga ada tim dari P2TP2A DKI Jakarta kasih pendampingan psikologis. Mudah-mudahan traumanya tidak parah," ujar H.
Pendampingan psikologis terhadap EN diketahui akan dilakukan hingga proses pengadilan.
"Harapan saya ya pelaku dihukum seberat-beratnya lah. Biar enggak ada korban lagi, mudah-mudahan proses hukum di Polres Jakarta Selatan sampai sidang nanti lancar," tutur H.
Di TKP selain korban, juga ada tiga perempuan lain yang menjadi korban TPPO.
Polisi masih mendalami apakah ada keterlibatan pelaku lainnya selain RB.
Paman korban, H (32) bercerita, RB sebelum membawa kabur korban berpura-pura hendak menawari korban pekerjaan.
RB sendiri merupakan warga Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Lantaran EN masih muda dan polos, dirinya percaya begitu saja dengan bujuk rayu RB hingga akhirnya menurut dibawa ke apartemen Kalibata.