TRIBUNWOW.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menuai sorotan seusai baliho bergambar dirinya tersebar di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru.
Dilansir TribunWow.com, Baliho puan tersebar di sepanjang jalan menuju lokasi bencana di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Sejumlah pihak menganggapnya kurang etis.
Baliho tersebut bertuliskan "Tangismu, tangisku, ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan."
Seorang relawan bencana letusan Gunung Semeru, Qomaruddin membenarkan ada banyak baliho Puan di sepanjang lokasi kejadian.
“Iya memang banyak balihonya di sepanjang jalan, ini juga ada di depan kantor kecamatan," ujar Qomaruddin, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Bisa Buat PDIP Solid, Puan Maharani Dinilai Cocok Jadi Wakil Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024
Baca juga: Utak-atik Pilpres 2024: Uji Elektabilitas Duet Prabowo-Puan, Lawan Anies Siapa Menang?
Qomaruddin menyebu baliho itu dipasang tiga hari yang lalu sebelum Puan mengunjungi lokasi bencana letusan Gunung Semeru pada Senin (20/12/2021).
“Baliho itu cukup banyak disini, terutama di pinggir jalan."
Saat ditanya, Qomaruddin mengaku tak tahu pasti kapan baliho itu dipasang.
Namun, ia menyebut baliho yang dipasang itu tak mencerminkan personal seorang Puan.
Menurut Qomaruddin, baliho itu menunjukkan bentuk kepedulian kepada korban bencana letusan Gunung Semeru.
“Saya sendiri tidak tau kapan baliho itu dipasang, tiba-tiba pagi ada,” ujarnya.
“Misal kayak baliho milik NU dan lembaga zakat, hanya pasang bendera yang menunjukkan jalan atau arah ke posko pengungsian."
Baca juga: Resmikan Pabrik Baru Krakatau Steel, Ini Momen Jokowi Sopiri Puan Maharani, Erick Thohir, dan Luhut
Baca juga: Saat Sudjiwo Tedjo Sentil Baliho Kepak Sayap Puan, Faldo Maldini Terbahak: Jangan Gambar Banteng
PDIP Lumajang: Kami Tidak Mengerti
Menanggapi kontroversi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (PDC) PDIP Lumajang mengaku tak mengetahui pemasangan baliho itu.