TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Umum Laskar Jokowi, H Mochtar Mohamad menilai, pasangan duet Ganjar Pranowo dan Puan Maharani sebagai pasangan yang ideal untuk PDI Perjuangan (PDIP) untuk dicalonkan sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk pemilihan presiden (Pilpres 2024).
Dirinya bahkan membuat indikator berdasarkan sejarah dan karakteristik PDIP.
“Efek ekor Jas Partai yang mengusung kader sebagai calon Presiden atau wakil Presiden akan berpengaruh terhadap perolehan suara dan kursi di legislatif dan pilkada,” ujar Mochtar Mohamad dalam keterangannya, Jumat (17/12/2021), dikutip dari Wartakota.
Baca juga: PKB Siap Bentuk dan Pimpin Poros Sendiri di Pilpres 2024, Ingin PPP dan PAN Masuk Gerbong
Baca juga: Utak-atik Pilpres 2024: Uji Elektabilitas Duet Prabowo-Puan, Lawan Anies Siapa Menang?
Dalam indikator pertama, Mochtar menilai bahwa keduanya cocok karena keduanya merupakan kader ideologis Bung Karno.
Terlebih Ketua DPR RI Puan Maharani juga merupakan keturunan Bung Karno atau bisa disebut kader biologis.
Kedua, PDI Perjuangan dinilai sudah cukup kuat untuk mengusung capres dan cawapres sendiri tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Kemudian, dalam Pilpres yang dilaksanakan berbarengan dengan pemilihan legislatif, pengusungan kedua kader PDIP dinilai bisa meningkatkan suara partai ke depan.
Kesolidan partai juga akan terasa lebih kuat jika pasangan capres dan cawapres berasal dari kader PDIP itu sendiri.
Hal itu juga bisa membangkitkan semangat juang kader.
“Tradisi tersebut sudah terbukti di Pilkada Provinsi Bali, kemudian Sulawesi Utara yang mengusung Olly Dondokambey dan Steven Kandow. Pilkada di Jawa Barat juga menghasilkan beberapa daerah yang berasal dari sesama kader PDI Perjuangan, seperti Cirebon, Majalengka, Kuningan dan terakhir Pangandaran pada pilkada serentak tahun 2020,” bebernya.
Baca juga: Dinilai Strategi Jaga Popularitas demi Pilpres 2024, Ini Kata Anies soal Kanal YouTube Miliknya
Terlebih, elektabilias PDIP masih terbilang cukup tinggi dibanding dengan partai lain.
Saat ini PDI Perjuangan mengungguli partai-partai lain di angka kisaran 25 persen.
“Artinya PDI Perjuangan sudah memiliki modal dasar untuk memenangi Pilpres, ditambah dengan partai-partai lain yang tidak mengusung kadernya di Pilpres,” terangnya.
Puan juga dinilai bisa meraih suara tinggi di Pulau Sumatera, dengan Ganjar di Pulau Jawa.
"Artinya telah mencakup 70 persen pemilih di Indonesia," ujar Mochtar.