Terkini Daerah

Pembunuhan Pemilik Warung Padang di Karawang: Gagal Santet Suami Sendiri, 6 Pembunuh Bayaran Beraksi

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, dalam jumpa pers pengungkapan kasus perampasan nyawa bos rumah makan padang di Mapolres Karawang, Sabtu (6/11/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pemilik warung rumah makan Padang di Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Khairum Anam (54), tewas menjadi korban pembunuhan yang didalangi istrinya sendiri NW (49), Rabu (27/10/2021).

NW melakukan aksinya dengan menyewa sekitar lima orang pembunuh bayaran yang dijanjikan uang sebesar Rp 30 juta. 

Aksinya, diketahui sudah direncanakan sejak lama atas alasan sakit hati kepada korban. 

Baca juga: Terungkap, Istri Dalangi Pembunuhan Pemilik Warung Padang di Karawang, Aksi Dibantu 5 Pelaku Lain

Baca juga: Update Perampokan Sadis Bos Elpiji di Padang, Pelaku Rencanakan Aksi saat Lebaran dan Dibantu Satpam

"Motifnya karena sakit hati, menurut korban pelaku ini menyusahkan sering minta uang. Korban sering marahi pelaku, kemudian ada wil atau wanita idaman lain," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono di Mapolres Karawang, Sabtu (6/11/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

NW mengaku sudah merencanakan aksinya selama lebih dari tiga bulan. 

Dia, bersama dengan sejumlah pembunuh bayaran yang ia sewa, bahkan sudah sering mendiskusikan rencana untuk mengeksekusi korban. 

"Perencanaan pembunuhan ini sudah dilakukan selama tiga bulan."

"Mereka sudah sering bertemu untuk merencanakan pembunuhan," katanya.

Adapun, lima orang yang menjadi tersangka selain NW adalah AM (25) yang merupakan penghubung, dan empat eksekutor bayaran yaitu H (39), BN (34), RN (33), dan MH (25).

Sedangkan dua orang lain masih dalam pengejaran.

Baca juga: Terungkap Kasus Pembunuhan dan Perampokan Bos Elpiji di Padang, Diotaki ART Korban, Ini Motifnya

Bahkan, sebelum menyewa pembunuh bayaran, NW sempat meminta AM untuk mencarikan dukun santet untuk membunuh suaminya. 

"NW memberikan uang terhadap pelaku AM sebesar Rp 5 juta untuk dicarikan dukun santet," kata Aldi. 

Namun, setelah dua bulan tak ada hasil yang diharapkan oleh NW. 

Ketika menghubungi AM, AM mengatakan bahwa sang dukun telah gagal untuk menyantet korban. 

NW yang kesal, kemudian menyewa kelima pembunuh bayaran dengan iming-iming uang senilai Rp 30 juta pada sekitar bulan September.

Halaman
123