Terkini Daerah

Polisi di Medan Nyaris Tewas Dikeroyok Preman, Keluarga Korban Ditombak Pelaku saat di Mobil

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aipda Eko Sugiawan saat dilarikan ke rumah sakit usai dibacok oleh puluhan orang.

"Datanglah utusan ketua ormas itu, dibilangnya saya penipu, tukang olah. Jumpanya sama karyawan saya, kebetulan saya enggak ada," ucapnya.

Saat Edi tiba di kantor, DK turut datang.

DK menyarankan agar uang sewa yang ada pada Edi dikembalikan kepada ormas yang menyewa truk tersebut.

Akhirnya Edi dan dua rekannya mengembalikan uang sewa ke ormas tersebut.

Namun seusai kejadian itu, ormas yang bersangkutan protes bahwa dana yang dikembalikan masih kurang.

"Selisih berapa lagi, kan sudah sepakat, si DK juga yang bilang sepakat. Jadi saya pun pulang," kata Edi menceritakan kejadian saat itu.

Edi bercerita pada saat itu dirinya dibuntuti oleh anggota ormas hingga sampai di rumah dan sempat terjadi cekcok.

Pada saat itu Edi sempat mengusir para anggota ormas tersebut.

"Cabutlah orang itu. Saya berpikir pasti buat laporan polisi mereka. Jadi hubungi adik saya yang polisi. Konsultasi saya melalui telepon sama dia," katanya.

Ketika berbincang bersama Aipda Eko yang merupakan adiknya, Edi mendapat kabar dari istrinya bahwa rumahnya diserbu oleh puluhan orang.

"Pukul 21.56 WIB masuk telpon dari istri, bilang di rumah sudah ramai, diserang orang. Gitu mau masuk komplek, saya lihat sudah ramai, padat komplek saya, mobil semua penuh," tuturnya.

"Langsung nyerang saya, mobil hancur. Pakai samurai, ditombak juga mobil saya tapi saya menghindari," kata Edi.

Edi mengaku turut mendengar suara letusan senjata api sebanyak dua kali namun tidak tahu siapa yang memakai senpi tersebut.

Namun, kata Edi, asal suara bersumber dari kerumunan anggota ormas yang menyerang rumahnya.

Ketika rumah Edi diserbu oleh puluhan anggota ormas tersebut, datang Aipda Eko naik motor dan langsung mencoba melerai kericuhan yang terjadi.

Baca juga: Viral Video Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Dipukuli Senior, Ini Kata Pihak Kampus dan Polisi

Halaman
123