Virus Corona

Badan Intelijen AS Akui Ragu Bisa Identifikasi Asal-usul Covid-19, China Sebut Lelucon Politik

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

China memberlakukan penguncian ketat di Kota Lanzhou, seusai meningkatnya kasus Covid-19, Selasa (26/10/2021). Badan intelijen AS mengatakan berkemungkin tak akan bisa mengetahui asal-usul Covid-19, sementara China menyebut laporan ODNI sebagai lelucon politik.

China kemudian memberikan tanggapannya atas laporan tersebut pada Jumat (29/10/2021).

Pihaknya mengkritik dan menyebutnya sebagai lelucon politik.

"Langkah AS yang mengandalkan aparat intelijennya alih-alih ilmuwan untuk melacak asal-usul Covid-19 adalah lelucon politik yang lengkap," kata Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, dalam pernyataannya melalui e-mail.

"Itu hanya akan merusak studi asal-usul berbasis sains dan menghambat upaya global untuk menemukan sumber virus," tambahnya.

China telah menghadapi kritik internasional karena gagal bekerja sama dalam penyelidikan asal-usul Covid-19.

Namun, pihak kedutaan melalui Pengyu membantah kritik tersebut.

"Kami telah mendukung upaya berbasis sains pada penelusuran asal-usul, dan akan terus terlibat secara aktif. Karena itu, kami dengan tegas menentang upaya untuk mempolitisasi masalah ini," kata Pengyu. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Amerika Serikat lain