TRIBUNWOW.COM – Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka mungkin tidak akan pernah bisa mengidentifikasi asal-usul Covid-19.
Hal itu diungkapkan ketika laporan terbaru yang lebih rinci terkait asal mula Covid-19, oleh The Office of the US Director of National Intelligence (ODNI) dirilis.
Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, ODNI mengatakan dalam laporannya bahwa kebocoran laboratorium adalah hipotesis yang masuk akal tentang bagaimana SARS-COV-2 pertama kali menginfeksi manusia.
Baca juga: Misteri Asal Usul Corona: Virus yang Disebut Sangat Mirip Penyebab Covid-19 Ditemukan di Laos
Baca juga: Misteri Asal Usul Covid-19: Peneliti Temukan Virus Mirip Corona pada Kelelawar di Laos
Di sisi lain virus tersebut juga disebutkan muncul secara alamiah.
Laporan itu juga menolak anggapan bahwa Virus Corona berasal dari senjata biologis.
Menurut mereka, para pendukung teori tersebut tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan dan dituding menyebarkan disinformasi.
Laporan ODNI itu merupakan pembaharuan dari tinjauan 90 hari yang dirilis oleh pemerintahan Joe Biden pada Agustus lalu, di tengah pertikaian politik yang intens dengan China.
Beberapa agen intelijen AS juga memberikan dukungannya atas penjelasan yang mengatakan bahwa virus corona berasal dari alam.
Tetapi, hingga kini hanya sedikit kasus Covid-19 yang dikonfirmasi menyebar secara alami di kelompok hewan liar.
Laporan ODNI mengatakan terdapat empat agen intelijen AS dan badan multi-lembaga memiliki "keyakinan rendah" bahwa Covid-19 berasal dari hewan yang terinfeksi atau virus terkait.
Namun, ada satu lembaga yang memiliki keyakinan tingkat sedang bahwa infeksi Covid-19 pertama pada manusia, berkemungkinan besar merupakan hasil kecelakaan laboratorium.
Dugaan keterlibatan eksperimen atau penangan hewan oleh Institut Virologi Wuhan juga terkait.
Agen intelijen AS juga percaya bahwa mereka tidak akan bisa menghasilkan penjelasan yang lebih pasti tentang asal-usul Covid-19, tanpa informasi baru yang menunjukkan virus tersebut menular dari hewan ke manusia atau laboratorium Wuhan yang menangani virus terkait sebelum Covid-19 muncul.
Laporan itu mengatakan badan intelijen AS dan komunitas ilmiah global, tidak memiliki "sampel klinis atau pemahaman komprehensif tentang data epidemiologis dari kasus Covid-19 paling awal".
Di sisi lain, ODNI juga menyebutkan dalam laporannya bahwa mereka dapat meninjau kembali temuan yang tidak meyakinkan ini, jika ada lebih banyak bukti yang muncul.
Baca juga: Wabah Covid-19 Meningkat, China Lockdown 4 Juta Warga di Kota Lanzhou, Perintahkan Tinggal di Rumah
Baca juga: Polemik Asal-usul Virus Corona, Ini Alasan China Desak WHO Selidiki Laboraturium Amerika Serikat