Pembunuhan di Subang

Tersisa Yosef, Kini Mimin dan Danu Mulai Lega Tak Intens Diperiksa Polisi soal Tewasnya Tuti-Amalia

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muhammad Ramdanu (kiri), Yosef (tengah), dan Mimin Mintarsih (kanan). Ketiganya adalah saksi yang intens diperiksa pihak kepolisian terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Begitu pula dengan Danu. Danu sempat diperiksa hingga 7 kali dan menginap di kantor polisi selama tiga hari.

Kini barang pribadi Danu yang disita seperti ponsel dan motor sudah dikembalikan kepadanya.

Yosef Merasa Difitnah

Yosef merasa banyak mendapat tuduhan dan menyampaikan bahwa segala tuduhan adalah fitnah dan dia tidak terlibat dalam kasus itu. 

"Ya. kalau saya kan orangnya lurus-lurus saja, banyak fitnah tapi saya terima saja, saya tidak ada apa-apa pada kasus ini," ucap Yosef di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jumat (8/10/2021), dikutip dari Tribun Jabar.

Hal itu dia sampaikan di sela-sela kunjungannya ke makam korban untuk mendoakan di hari ke-50 kematian istri dan anaknya. 

Dia datang ke makam tersebut didampingi oleh adik dan sejumlah kuasa hukum yang mendampingi dirinya dalam kasus Subang. 

Sebelumnya, Yosef juga menggelar pengajian untuk korban. 

"Saya terus mendoakan semoga istri dan anak saya diterima di sisi Allah SWT diterima iman islamnya, saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendoakan istri dan anak saya," ucap Yosef saat selesai mendoakan di makam istri dan anaknya.

Baca juga: Jejak Danu Berserakan di TKP H+1 Pembunuhan Tuti dan Amalia: Disuruh Polisi, Tadinya Enggak Mau

Setelah melakukan aktivitas mendoakan keluarganya yang telah meninggal, dia juga menyampaikan harapannya terkait kasus ini. 

Dia juga meminta dukungan kepada masyarakat agar kasus ini bisa segera terungkan, dan dalang pembunuh sebenarnya bisa ditangkap pihak kepolisian. 

"Kami tidak akan mendahului, kami semua hanya bisa berharap agar kasus ini secepatnya terungkap, saya hanya minta dukungannya saja kepada masyarakat," katanya.

Di sisi lain dia menyampaikan bahwa dirinya tidak mau ikut-ikutan untuk berspekulasi di kasus yang telah 50 hari lebih dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

"Saya 100 persen mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula sejak jasad kedua korban yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di rumahnya di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021). 

Halaman
123