Pembunuhan di Subang

Pertama Kali Bantu Proses Autopsi, Penggali Kubur Cerita Tak Bisa Makan 3 Hari seusai Bongkar Makam

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dede Oman, Ketua RT 05 di Desa Jalancagak yang sudah diperdeskan sebagai pengurus makam Istuning Desa Jalancagak, Dusun 1. Dede Oman selaku satu dari enam tukang gali kubur yang bertugas saat itu berperan untuk mengangkat jenazah korban dari bawah, dirinya mengaku terus teringat hingga tidak makan tiga hari dan susah tidur.

Sebelumnya, penggali kubur lainnya, Carman, mengungkapkan proses penggalian makam Tuti dan Amalia dimulai pukul 14.00 WIB.

Carman menyebut tugasnya hanya sebagai penggali makam.

Seusai mengambil jasad Tuti dan Amalia dari dalam kuburan, Carman langsung menyerahkannya ke dokter forensik, yakni dr Hastry untuk kemudian diautopsi.

Selama proses autopsi itu pun, Carman mengaku, baik dirinya dan rekan lainnya tidak diperbolehkan untuk menyaksikan.

Mereka langsung diminta meninggalkan tenda autopsi yang dipasang oleh kepolisian.

Carman juga menceritakan jasad Tuti Suhartini lebih dulu diautopsi.

"Yang pertama saya gali itu (jenazah) ibu Tuti selama 1,5 jam. Sesudah itu saya mengambil jenazah dalam keadaan sudah membusuk dan baunya menyengat. Langsung saya angkat ke meja autopsi. Setelah itu saya disuruh ke luar oleh petugas kepolisian," ungkap Carman.

Setelah jasad Tuti selesai diautopsi, Carman dan lima rekannya langsung menguburkannya kembali dan beralih menggali makam Amalia.

Simak videonya dari menit pertama:

Di sisi lain, terkait autopsi ulang yang dilakukan terhadap jasad Tuti dan Amalia, kepolisian mengaku tak ingin berandai-andai dalam mengungkap pelaku.

Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago.

"Ya, belum lah (ditentukan pelaku). Jadi, sekarang kita fokus mencari petunjuk-petunjuk, kesesuaian dengan penyebabnya, kematiannya,” ujar Erdi saat dihubungi Rabu (5/10/2021), dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id.

“Setelah itu baru kita simpulkan rangkaian penyelidikannya, lalu mengarah ke tersangkanya, jadi kita tidak berandai-andai," tambahnya.

Baca juga: Rutin Gelar Pengajian untuk Tuti dan Amalia, Yosef Selalu Berpesan ke Kuasa Hukumnya untuk Berdoa

Sejak kasus pembunuhan ibu dan anak itu terkuak pada 18 Agustus lalu, pelaku yang bertanggung jawab belum juga ditetapkan oleh kepolisian.

Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan dengan harapan bisa segera menemukan tersangka.

Halaman
123