Pembunuhan di Subang

Pertama Kali Bantu Proses Autopsi, Penggali Kubur Cerita Tak Bisa Makan 3 Hari seusai Bongkar Makam

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dede Oman, Ketua RT 05 di Desa Jalancagak yang sudah diperdeskan sebagai pengurus makam Istuning Desa Jalancagak, Dusun 1. Dede Oman selaku satu dari enam tukang gali kubur yang bertugas saat itu berperan untuk mengangkat jenazah korban dari bawah, dirinya mengaku terus teringat hingga tidak makan tiga hari dan susah tidur.

TRIBUNWOW.COM - Kepolisian sempat melakukan autopsi ulang jasad Tuti Suhartini (56) dan Amalia Mustika Ratu (23) untuk menemukan bukti-bukti tambahan pada Sabtu (2/10/2021).

Proses itu didahului dengan pembongkaran makam kedua korban.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, salah satu penggali kubur yang ikut membantu proses tersebut, Dede Oman, mengaku sampai tidak bisa makan selama tiga hari, seusai membongkar makam ibu dan anak korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat tersebut.

Dede Oman selaku satu dari enam tukang gali kubur yang bertugas saat itu berperan untuk mengangkat jenazah korban dari bawah, Jumat (8/10/2021). (YouTube Heri Susanto)

Baca juga: Kondisi Kejiwaan Yosef Kini seusai 13 Kali Diperiksa soal Kasus Subang, Lelah Dituding Pembunuh

Baca juga: Dalam Kondisi Tertekan, Yosef akan Diperiksa Polisi Lagi soal Pembunuhan di Subang terkait Hal Ini

Dede Oman menceritakan pengalaman mereka dalam video yang diunggah kanal YouTube Heri Susanto yang diunggah pada Jumat (8/10/2021).

Diungkapkan oleh Dede Oman, tidak sembarang orang bisa melakukan tugas penggalian makam tersebut.

Hanya orang-orang yang mendapat perintah langsung dari desa, yang bekerja sama dengan kepolisian yang bisa ikut terlibat.

"Saya sudah resmi diperdeskan menjadi pengurus makam Istuning Desa Jalan Cagak, Dusun 1. Saya dulu pas pembunuhan yang menggali dan menguburkan (Tuti dan Amalia). Jadi saya sudah ada perdesnya dengan ketetapan hukum," ungkap Dede Oman.

"Setelah saya menguburkan itu, sudah diambil alih sama Mabes, baru ada informasi mau ada penggalian. Diinformasikan oleh Polsek Jalancagak bahwa ada penggalian lagi," sambungnya.

Dede Oman mengaku sampai tidak bisa makan selama tiga hari setelah melakukan tugasnya itu.

Dia juga tidak bisa tidur dua hari karena terus teringat jasad Tuti dan Amalia.

"Saya pribadi, tiga hari saya tidak makan, dua hari tidak tidur, keingetan terus. Karena saya yang di bawah, ngambil (jenazah) dari bawah itu saya, sudah basah. Bisa dibayangkan, hawa tertutup. Tiga hari itu saya masih enek saja, kayak masih ada yang nempel," ungkap Dede Oman.

Baca juga: Ternyata Anak Polisi, Masa Lalu Tuti Korban Pembunuhan di Subang Diungkap Mantan Ketua RT

Terlebih lagi, kegiatan itu menjadi yang pertama kali dilakukannya, setelah hanya melihat proses autopsi ulang dalam siaran televisi.

"Dulu mah, kita kalau lihat autopsi ulang, ah di TV. Sekarang kita ngalamin. Bagaimana rasanya sampai malam, keinget terus sampai tidak bisa tidur," katanya.

Namun, Dede Oman mengaku berharap kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu cepat selesai.

"Mudah-mudahan dengan autopsi ulang kembali, secepatnya terungkap," harap Dede Oman.

Halaman
123