Dia ditangkap ketika salah satu korbannya terbangun ketika Sinaga tengah melakukan aksinya.
Korban tersebut melawan dan melaporkannya ke polisi.
Ketika petugas menyita telepon genggam milik Sinaga, mereka menemukan bahwa dia telah merekam setiap aksi rudapaksanya hingga berdurasi ratusan jam.
Kepolisian langsung melakukan penyelidikan atas kasus rudapaksa terbesar dalam sejarah Inggris itu.
Reynhard Sinaga awalnya datang ke Inggris sebagai mahasiswa saat berusia 24 tahun pada 2007.
Saat itu, Reynhard Sinaga menempuh pendidikan S2 Sosiologi di Redbrick University, Manchester.
Lalu, Sinaga kembali melanjutkan studinya di University of Leeds untuk gelar doktor.
Reynhard Sinaga diketahui saat itu tengah menulis tesis yang berjudul 'Sexuality and Everyday Transnationalism in South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester'.
Reynhard Sinaga juga meneliti Gay Village di Manchester untuk tesisnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Inggris lain