Terkini Internasional

Korban Rudapaksa Mahasiswa Indonesia Reynhard Sinaga Buka Suara, Akui Sempat Tak Ingat Apapun

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rusapaksa berantai yang dilakukan Reynhard Sinaga terungkap pada Juni 2017. Salah satu korban rudapaksa Reynhard Sinaga buka suara menceritakan bagaimana dia mengetahui telah menjadi korban predator seksual mahasiswa Indonesia.

TRIBUNWOW.COM – Salah satu korban rudapaksa Reynhard Sinaga menceritakan tentang peristiwa yang dialaminya, ketika kepolisian memberitahu bahwa dirinya telah diserang oleh predator seksual.

Dikutip dari BBC, pria bernama Daniel itu awalnya tidak tahu bahwa dia menjadi korban rudapaksa mahasiswa pascasarjana dari Indonesia, Reynhard Sinaga.

Daniel mengungkapkan tidak dapat mengingat apapun ketika dia bangun di apartemen Reynhard Sinaga di pusat Kota Manchester, Inggris.

Predator seksual Reynhard Sinaga dikenal sebagai anak baik dan cerdas oleh keluarga besarnya. (GREATER MANCHESTER POLICE)

Baca juga: Kabar Terbaru Reynhard Sinaga: Hukuman Diperberat dan Korban Bertambah 23 Menjadi Total 206 Orang

Baca juga: Kabar Terbaru Predator Seks Reynhard Sinaga, Dipindah ke Penjara yang Dijuluki Monster Mansion

Seorang detektif Greater Manchester Police kemudian mendatanginya saat masih melakukan investigasi atas kasus Sinaga yang diluncurkan pada Juni 2017.

Polisi menunjukkan kepada Daniel foto-foto yang sempat diambil Sinaga ketika melakukan rudapaksa terhadapnya.

Sejak itu, Daniel menyadari bahwa dirinya menjadi korban rudapaksa setelah dibius di apartemen Sinaga.

"Sungguh mengerikan melihat diri Anda begitu rentan dalam foto-foto yang diambil orang lain," katanya dalam sebuah film dokumenter BBC Two Catching a Predator.

"Anda bisa lihat saya koma, saya terlihat mati,” tambahnya.

Daniel mengatakan dia memutuskan untuk berbicara agar bisa membantu korban Sinaga maupun rudapaksa lainnya.

"Untuk mengatakan sebagai seorang pria saya telah dirudapaksa adalah hal yang sulit," katanya.

"Itu membuatmu merasa sangat rentan."

Sinaga dipenjara seumur hidup tahun lalu setelah dihukum karena membius dan merudapaksa 48 pria di apartemennya di Manchester.

Dia menjalani hukuman minimal 40 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas 159 pelanggaran seksual pada Januari 2020.

Pria berusia 38 tahun yang berasal dari Indonesia itu menguntit pria-pria kesepian sebagai korbannya pada malam hari, sebelum membawa mereka ke apartemennya.

Baca juga: Biaya Penjara Reynhard Sinaga di Inggris Capai Puluhan Miliar, Kemungkinan Ekstradisi?

Baca juga: Mantan Dosen University of Oxford Akui Mengerikannya Reynhard Sinaga, Ungkap Alasan Kasus Ditutupi

Polisi meyakini Sinaga telah menargetkan lebih dari 200 pria.

Dia ditangkap ketika salah satu korbannya terbangun ketika Sinaga tengah melakukan aksinya.

Korban tersebut melawan dan melaporkannya ke polisi.

Ketika petugas menyita telepon genggam milik Sinaga, mereka menemukan bahwa dia telah merekam setiap aksi rudapaksanya hingga berdurasi ratusan jam.

Kepolisian langsung melakukan penyelidikan atas kasus rudapaksa terbesar dalam sejarah Inggris itu.

Reynhard Sinaga awalnya datang ke Inggris sebagai mahasiswa saat berusia 24 tahun pada 2007.

Saat itu, Reynhard Sinaga menempuh pendidikan S2 Sosiologi di Redbrick University, Manchester.

Lalu, Sinaga kembali melanjutkan studinya di University of Leeds untuk gelar doktor.

Reynhard Sinaga diketahui saat itu tengah menulis tesis yang berjudul 'Sexuality and Everyday Transnationalism in South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester'.

Reynhard Sinaga juga meneliti Gay Village di Manchester untuk tesisnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Inggris lain