Ketika sampai kondisi TKP sudah berantakan dengan bercak darah ada di mana-mana.
Dia juga membantah opini yang mengaitkan ditemukannya sidik jari Yosef di TKP dengan kasus pembunuhan tersebut.
"Itu memang tidak bisa dipungkiri karena dia tinggal di rumah situ ya, artinya Pak Yosef, kemudian kedua korban tinggal di rumah situ, ya jelas sidik jari Pak Yosef ada di mana-mana, itu tidak bisa kita pungkiri," ujarnya.
Dia juga meluruskan jika dirinya diminta sebagai pengacara tidak diminta langsung oleh Yosef.
Dijelaskan jika yang meminta dirinya menjadi kuasa hukum Yosef adalah adik dari Yosef.
Dia mengaku diminta mendampingi Yosef, Mimin yang merupakan istri mudanya, dan Yoris, anak pertama Yosef.
Namun, Yoris tidak didampingi karena dirinya enggan, bahkan disampaikan jika Yoris berusaha untuk menghindari Yosef.
Diduga itu adalah hasil dari kecurigaan yang menyudutkan Yosef sebagai pelaku.
"Ketika BAP di kantor polisi anaknya, pak Yoris sengaja menghindari dari Pak Yosef, tidak berbicara, tidak menyapa, bahkan lewat begitu saja," ujarnya.
"Artinya ada kondisi di mana informasi yang menyudutkan Pak Yosef menambah berat ini untuk Pak Yosef, karena menambah kecurigaan ini, salah satunya adalah kecurigaan-kecurigaan di internal keluarga salah satunya adalah dengan anaknya, Yoris."
Pengcara jelaskan alibi Yosef bisa disimak di:
(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Pembunuhan di Subang Lainnya
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Alat Tes Kebohongan di Kasus Subang, Yosef Ditanya Polisi: Apakah Melakukan Atau Menyuruh Melakukan?