Semua antibodi monoklonal yang diizinkan di Amerika Serikat menerima persetujuan darurat untuk pengobatan Covid-19 ringan hingga sedang.
Semuanya juga bisa diberikan pada orang berusia 12 tahun atau lebih yang dites positif Covid-19 dan berisiko tinggi terkena sakit yang parah.
Dikatakan juga terapi ini akan lebih efektif digunakan sejak awal ketika terkonfirmasi positif Covid-19.
Pada pasien berisiko tinggi, menerima pengobatan lebih awal, ketika gejalanya kurang parah, dapat membantu mencegah perkembangan penyakit yang seharusnya memerlukan rawat inap.
Ini termasuk orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, orang dewasa yang lebih tua, orang hamil, dan mereka yang mengalami obesitas, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.
Terapi antibodi monoklonal diberikan melalui infus (IV).
Infus ini diberikan di salah satu pusat infus rawat jalan kami dan membutuhkan sekitar satu jam untuk diberikan, diikuti dengan satu jam observasi dan pemantauan.
Efek samping yang mungkin terjadi ketika menerima terapi ini adalah masalah alergi.
Reaksi ini biasanya hanya terjadi selama infus atau segera setelahnya, dan tim perawatan akan memantau dengan cermat tanda-tanda reaksi alergi.
Namun, karena reaksi infus juga bisa tertunda dan bisa terjadi ketika sudah meninggalkan lokasi.
Segera hubungi dokter jika melihat salah satu dari tanda-tanda reaksi alergi seperti demam, mual, gata-gatal, diare, dan nyeri sendi. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com yang berjudul Apa Itu Regdanvimab, Terapi Antibodi Monoklonal untuk Covid-19 yang Kantungi EUA BPOM?