Abdul Baqi Haqqani juga mengatakan akan membuat kurikulum yang masuk akal dan sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional, sejarah dan mampu bersaing dengan negara lain.
Puluhan wanita Afghanistan juga sempat melakukan protes di jalanan Herat, meminta Taliban melindungi hak mereka atas pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sosial pada Kamis (2/9/2021), dikutip dari The New York Times.
"Tujuan dari protes itu adalah untuk memberitahu Taliban agar memasukkan perempuan dalam pemerintahan," kata Basira, seorang aktivis hak asasi manusia yang membantu mengorganisir protes tersebut.
"Kami akan membela hak kami sampai mati," tambahnya.
Zabihullah Mujahid, juru bicara utama Taliban mengatakan keputusan untuk tidak mengizinkan perempuan mulai bekerja adalah sementara.
Dia berjanji semua wanita akan dapat kembali bekerja setelah Taliban melatih para pejuangnya untuk menghormati wanita.
Tetapi para pengunjuk rasa meminta Taliban untuk mengizinkan semua wanita kembali bekerja sesegera mungkin. (TribunWow.com/Alma Dyani P).
Berita terkait Afghanistan lain