TRIBUNWOW.COM - Paru-paru merupakan organ yang paling rentan diserang oleh virus penyebab Covid-19.
Pasien bisa mengalami kerusakan paru-paru bahkan ketika mereka tidak merasakannya atau pada pasien Covid-19 tanpa gejala.
Komplikasi yang bisa terjadi jika paru-parunya sudah mengalami masalah adalah pneumonia dan fibrosis pada paru.
Dalam kondisi parah, kerusakan paru-paru juga akan menyebabkan gejala berkepanjangan dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Untuk itu pasien yang menjalani isolasi mandiri dianjurkan untuk menjaga paru-parunya dengan baik dengan mengonsumsi makanan bergizi dan hidrasi yang cukup.
Bahkan ketika merasa sehat saat terinfeksi Covid-19 juga dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan paru, atau bisa memilih untuk melakukan rontgen dada.
Selain itu ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari selama isolasi mandiri karena bisa memperburuk kondisi paru-paru.
Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Manfaat Herbal Pegagan bagi Kesehatan
Baca juga: Keluhan Berkepanjangan setelah Isolasi Mandiri, Kenali 14 Gejala Long Covid yang Sering Terjadi
Kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan paru-paru, di ataranya adalah:
1. Merokok
Dilansir dari Medical Access, dikatakan jika merokok memiliki efek negatif langsung pada kapasitas paru-paru.
Merokok juga berefek terhadap seberapa banyak udara kaya oksigen yang dapat ditampung oleh paru-paru.
Baca juga: Tidak Repot, WHO Beri Tips Makan Sehat untuk Pasien Covid-19 selama Isolasi Mandiri
Saat sedang merokok, struktur paru-paru akan berubah, membuat paru-paru lebih sulit untuk mengembang dan berkontraksi seperti biasanya saat bernapas.
Faktanya, merokok mengubah paru-paru di setiap tingkat, sampai ke silia kecil dan kapiler yang bekerja untuk membawa oksigen dan membuang racun.
Merokok juga meningkatkan peradangan di paru-paru.
Ketika peradangan terjadi, paru-paru akan menghasilkan lebih banyak lendir, mengganggu kapasitas paru-paru dan pertukaran oksigen.
2. Tidak melakukan aktivitas fisik
Saat sedang melakukan gerakan, otot dan jaringan lain membutuhkan lebih banyak oksigen.
Itu berarti paru-paru harus bekerja sedikit lebih keras untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Seiring waktu, olahraga teratur membantu paru-paru menjadi lebih kuat, meningkatkan fungsinya secara keseluruhan.
Ditambah lagi, karena kita cenderung bernapas lebih dalam saat berolahraga, kapasitas paru-paru juga bisa ditingkatkan.
Bagi pasien isolasi mandiri, usahakan untuk tetap bergerak dan tidak terus-menerus rebahan atau duduk dalam waktu yang lama.
Selain untuk paru-paru, tetap melakukan aktivitas fisik juga berguna untuk kesehatan jantung dan menjaga pembuluh darah tetap sehat.
3. Mengonsumsi alkohol berlebihan
Dilansir dari Nigerian Bulletin, asupan alkohol yang berlebihan dalam satu waktu bisa melemahkan mekanisme pertahanan alami tubuh termasuk antibodi yang menangkis organisme menular.
Oleh karena itu, peminum berat memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi dada seperti TBC dan pneumonia.
Juga, asupan alkohol yang berlebihan membuat tubuh lebih cepat dehidrasi dan ini berdampak buruk pada fungsi paru-paru.
4. Kurang minum air putih
Hidrasi yang baik telah terbukti meningkatkan fungsi paru-paru dengan memberikan lendir saluran napas konsistensi lembut tipis yang membuatnya lebih efektif dalam melindungi paru-paru.
Para ahli merekomendasikan rata-rata 6-8 gelas air putih setiap hari untuk hidrasi yang baik.
5. Konsumsi lemak berlebih
Makanan berlemak telah dikaitkan dengan penurunan kesehatan pernapasan.
Misalnya, sebuah penelitian di Australia baru-baru ini mengungkapkan bahwa diet tinggi lemak dapat memicu serangan asma.
Ini terlepas dari fakta bahwa mereka meningkatkan risiko obesitas yang dapat menyebabkan sindrom apnea tidur obstruktif (OSAS) yang ditandai dengan kesulitan bernapas dan terengah-engah atau tersedak saat tidur.
Pertimbangkan untuk mengganti sampah berlemak itu dengan buah-buahan, sayuran segar, dan kacang-kacangan. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya