Virus Corona

Bukan Hanya Kerusakan Organ, Stres saat Isolasi Mandiri Covid-19 Juga Sebabkan Gejala Berkepanjangan

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jelang perayaan Paskah, Gereja Kumeterian Yogya lakukan swab antigen, Sabtu (27/3/2021). Stres juga bisa mengakibatkan pasien Covid-19 merasakan gejala berkepanjangan.

TRIBUNWOW.COM - Ada beberapa hal yang telah dikaitkan dengan gejala yang menetap hingga berkepanjangan pada pasien Covid-19. 

Salah satu masalah yang bisa menyebabkan hal itu adalah kerusakan organ dan stres. 

Gejala bahkan bisa menetap hingga lebih dari empat minggu, fenomena yang biasa disebut dengan Long Covid.

Dikutip dari situs Massachusetis General Hospital, dijelaskan jika perasaan stres ini dapat bertahan lama setelah peristiwa traumatis dan bahwa pengalaman seperti itu berdampak besar pada kesehatan kita.

Luana Marques, PhD, Associate Professor di Harvard Medical School, menjelaskan dampak stres yang bisa terjadi pada pasien Covid-19. 

Dia mengatakan jika stres bisa terjadi dalam waktu pendek atau akut, dan bisa terjadi secara berkepanjangan atau kronis. 

Tanda-tanda stres akut mungkin termasuk:

1. Jantung berdebar

2. Sesak napas

Baca juga: Berikut Fakta Covid-19 Mu, Varian Asal Kolombia yang Diduga Kebal Vaksin, Kini Ada di 39 Negara

Baca juga: Kenali Manfaat Konsumsi Susu pada Pasien Covid-19 saat Menjalani Isolasi Mandiri

3. Sakit dada

4. Sakit kepala

5. Sakit perut atau mual

6. Berkeringat

Di masa pandemi Covid-19 juga dikatakan terdapat peningkatan jumlah orang yang menghadapi masalah stres akut meski mereka sedang tidak terinfeksi Covid-19. 

Baca juga: Masalah Rambut Rontok seusai Isolasi Mandiri Covid-19 akan Pulih Sendiri? Simak Penjelasannya

Sedangkan untuk stres kronis terjadi ketika tubuh berulang kali terkena peristiwa stres sehingga tubuhnya terbiasa dengan dampak psikis tersebut.

Dan itu juga bisa memberikan seseorang dampak buruk dalam kesehatannya.

“Ketika pertarungan atau pelarian kita terlibat, kita melepaskan hormon yang membuat perubahan fisiologis dalam tubuh kita. Ini berguna ketika kita berada dalam bahaya langsung dan perlu berjuang untuk hidup kita atau melarikan diri untuk bertahan hidup, ”kata Dr. Marques.

Berikut dampak stres kronis yang bisa dialami:

1. Kelelahan

2. Sifat lekas marah

3. Kecemasan

4. Perasaan terlepas

5. Insomnia

Beberapa gejala tersebut juga sering dikeluhkan pada pasien long Covid. 

Jika tidak mendapat penanganan dengan benar, stres kronis juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik. 

“Stres kronis dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh,” kata Dr. Marques.

"Ini terkait dengan peningkatan penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke, dan bahkan jenis kanker tertentu."

Analisis dari banyak penelitian sebelumnya telah menekankan efek psikologis jangka panjang dari pandemi dan isolasi.

Termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Dalam sebuah penelitian terhadap remaja selama pandemi, data menunjukkan bahwa banyak subjek dapat menjalankan terapi PTSD hingga 2,5 tahun setelah kejadian awal.

Studi-studi ini dapat membantu kita memahami dampak potensial dari pandemi yang kita alami saat ini.

Untuk itu, pasien perlu mencari cara dan memastika agar dirinya tidak merasa stres. 

“Ini berarti mendapatkan makanan sehat yang cukup untuk makan dan makan secara teratur, berolahraga setidaknya 30 menit sehari dan tidur tujuh hingga delapan jam," jelasnya.

"Semua perilaku ini didukung oleh penelitian untuk mendukung kesehatan kognitif, mental, dan fisik kita. Ini pada akhirnya akan membantu kita membangun ketahanan selama kita tidak tahu apa yang bisa diharapkan.” (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Isolasi Mandiri Lainnya